Seri Makanan yang Mirip Bagian Tubuh

Makanan yang Mirip Bagian Tubuh Bagian 8 – Jahe

Shalom, selamat Sabat!

Kembali lagi kita akan membahas mengenai makanan yang mirip bagian tubuh kita, yaitu jahe.

Menurut kalian bagian tubuh mana yang mirip dengan jahe?

Jika diperhatikan, jahe memang terlihat mirip dengan lambung kita. Luar biasanya lagi, jahe memiliki manfaat besar bagi lambung itu sendiri.

Sejak tahun 1980, para ahli sudah membuktikan bahwa jahe dapat menyembuhkan luka pada lambung. Hasil studi yang dipublikasikan dalam Journal Molecular Nutrition Food and Research menyebutkan bahwa jahe bahkan 6-8 kali lebih kuat dibandingkan prevacid, obat yang biasa dipakai untuk mengobati asam lambung.

Selain itu, bahan yang membuat bau dan rasa yang khas pada jahe terdaftar dalam database Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA) sebagai fitokimia yang memiliki manfaat untuk mengatasi mual dan muntah.

Untuk menggunakan jahe sebagai obat alami, kamu bisa mengolah atau mengonsumsinya dengan berbagai cara. Misalnya diiris atau dipotong dadu lalu dimasak dengan air hingga mendidih. Konsumsi sebanyak 4 gram jahe dikatakan cukup untuk mengatasi gejala asam lambung yang mengganggu.

Salah satu pemicu asam lambung naik adalah minuman bersoda (dilansir dari promag.id). Minuman jenis ini memang mampu melepas dahaga, namun terkadang membuat Anda sendawa. Bersendawa merupakan cara tubuh melepaskan gas di perut. Sayangnya, hal ini juga mampu membuat asam lambung naik. Dengan kata lain, makanan seperti junk food dan minuman soda sebaiknya dihindari untuk Anda yang suka mengalami kenaikan asam lambung.

Memang minuman bersoda ataupun junk food pasti sangat nikmat, tetapi Alkitab juga mengingatkan kita untuk bisa mengendalikan nafsu makan kita. Itulah sebabnya ada ayat yang berkata, “Taruhlah sebuah pisau pada lehermu, bila besar nafsumu! Jangan ingin akan makanannya yang lezat, itu adalah hidangan yang menipu.” (Amsal 23:2-3)

Marilah kita berdoa agar kita bisa mengendalikan selera makan kita.

Selamat Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

5 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 3) – Religius Belum Tentu Mengenal Tuhan

Setelah meninggalkan Berea, Paulus tiba di Atena, sebuah kota yang penuh dengan filsafat, budaya, dan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 2) – Kebenaran Tidak Dapat Dihentikan

Setelah banyak orang di Berea menerima firman Tuhan, kabar itu sampai kepada orang-orang Yahudi di…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 1) – Belajar Seperti Orang Berea

Dalam perjalanan pelayanannya, Paulus dan Silas tiba di Tesalonika lalu memberitakan Injil di rumah ibadat…

5 days ago