Seri Ketika Sedang Sakit

Ketika Sedang Sakit (Bagian 23) – Obat Anti Nyeri Alami

Shalom, selamat hari Sabat.

Saya yakin anda tidak asing lagi dengan obat paracetamol. Obat ini sangat dikenal oleh orang banyak secara umum. Biasanya digunakan untuk meredakan rasa sakit atau sebagai obat anti nyeri. 

Namun tahukah anda bahwa paracetamol “mungkin salah satu zat yang paling berbahaya dalam penggunaan medis, yang menyebabkan kematian di setiap negara-negara industri oleh gagal hati akut (ALF).” (https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25429980/)

Pernyataan di atas tidaklah mengherankan karena obat kimia memang selalu membawa efek samping. Lalu apakah ada alternatif obat untuk mengatasi rasa sakit atau nyeri?

Tanaman kunyit merupakan salah satu obat alami yang sudah sangat terkenal, mulai dari masalah pencernaan, masalah kulit, sampai masalah saraf, semua dapat tertolong dengan penggunaan tanaman yang satu ini.

Namun tahukah anda bahwa kunyit juga dapat digunakan untuk mengatasi rasa nyeri atau sakit? Kandungan aktif dalam kunyit yang disebut kurkumin memiliki efek anti inflamasi atau anti nyeri di dalam tubuh dan merupakan antioksidan yang sangat kuat. (healthline.com)

Bagaimana saya dapat menggunakan kunyit sebagai obat?

Bahan-bahannya adalah sebagai berikut:

  1. ruas jari kunyit (diparut halus)
  2. 1/4 sendok teh lada hitam (ditumbuk)
  3. 1/2 sendok makan minyak kelapa

Semua bahan di atas dicampurkan ke dalam air hangat setengah gelas, lalu aduk-aduk, disaring dan kemudian diminum. Anda dapat mengonsumsi ramuan ini pada pagi hari saat bangun tidur dan malam hari.

Jadi bagi anda yang ingin menghindari efek samping dari obat kimia anda dapat mempraktikkan ramuan sederhana di atas.

Hari ini kita kembali lagi melihat kebaikan Tuhan melalui apa yang Ia ciptakan. Tuhan sudah menyediakan jalan bagi kita untuk meredakan rasa sakit secara fisik yang kita rasakan. Begitu juga ketika hati anda sedang sakit secara rohani. Tuhan akan senantiasa menyembuhkannya. 

Karena Tuhan telah berkata “Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka;” (Mazmur 147:3)

Selamat hari Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

5 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

5 days ago