Seri Ketika Sedang Sakit

Ketika Sedang Sakit (Bagian 11) – Puasa (Bagian 1) – Memberi Kesempatan

Shalom, selamat hari Sabat.

Hal selanjutnya yang dapat kita lakukan untuk membantu tubuh dalam proses penyembuhan adalah berpuasa. 

Jenis-jenis puasa pun berbeda-beda. Ada yang tidak makan dan minum selama 24 jam (puasa kering), ada yang hanya mengonsumsi air selama 1 sampai 3 hari (puasa air), ada yang hanya mengonsumsi buah-buahan selama 1 sampai 3 hari (puasa buah), dan tentunya masih banyak teknik puasa lainnya. 

Sebelum kita masuk pada hal-hal teknis dalam berpuasa, mari kita pahami dulu mengapa puasa dapat membantu tubuh dalam proses penyembuhan. 

Ketika kita makan, energi tubuh akan difokuskan untuk mencerna makanan. Itulah sebabnya tidak disarankan untuk langsung melakukan pekerjaan berat setelah makan karena sebagian besar energi sedang digunakan untuk mencerna.

Apa yang terjadi ketika anda berpuasa? Energi tubuh yang tadinya digunakan untuk mencerna makanan secara otomatis akan difokuskan untuk memperbaiki bagian tubuh yang rusak. Puasa memberikan kesempatan bagi tubuh untuk “bersih-bersih” dan memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak.

Sama halnya ketika anda bekerja di kantor. Anda tentu tidak dapat membersihkan rumah secara menyeluruh karena kesibukan pekerjaan. Anda baru dapat membersihkan seluruh bagian rumah jika anda mendapatkan hari libur yang mana hari itu difokuskan untuk membersihkan rumah.

Jikalau anda pernah merasa tidak nyaman ketika perut sedang kosong, bisa jadi itu adalah pertanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh. Karena ketika perut kosong, tubuh memiliki kesempatan untuk “mencari penyakit” atau memperbaiki tubuh dan inilah yang menimbulkan efek tidak nyaman.

Jika perut perlu istirahat untuk memperoleh kesembuhan, demikian pula jiwa kita. Karena “Beginilah YAHWEH berfirman, ‘Berdirilah di tepi-tepi jalan dan lihatlah, bertanyalah tentang jalan-jalan yang lama: Di manakah ada jalan yang baik? Maka tempuhlah padanya! Dan dapatkanlah istirahat bagi jiwamu! . . .’”; “Kata Yesus kepadanya:Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. . .’” (Yeremia 6:16 (ILT3); Yohanes 14:6)

Ketika anda lelah mari datang pada Kristus yang dapat memberikan istirahat yang sejati dan memulihkan jiwamu.

Kiranya renungan ini boleh menjadi berkat bagi kita semua dan kita selalu dalam keadaan yang sehat.

Selamat hari Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 3 (Bagian 1) – Kesetiaan Allah di Tengah Ketidaksetiaan Manusia

Hari ini kita akan mulai dengan sebuah pertanyaan: “Apakah ada keuntungan menjadi umat Allah?”  Paulus…

4 hours ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 5) – Ibadah yang Berasal dari Hati

Di bagian akhir Roma 2, Paulus membawa kita kepada sebuah pemahaman penting tentang identitas rohani.…

1 day ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 4) – Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kehidupan

Setelah mengingatkan kita bahwa bukan hanya mendengar firman, tetapi juga melakukannya, Paulus melanjutkan dengan teguran…

2 days ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 3) – Mendengar atau Melakukan?

Setelah berbicara tentang penghakiman Allah yang adil, Paulus membawa kita kepada sesuatu yang sering kali…

3 days ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 2) – Allah Menghakimi dengan Adil

Setelah mengingatkan kita untuk tidak menghakimi orang lain, Paulus mengarahkan perhatian kita kepada satu hal…

4 days ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 1) – Jangan Menghakimi Orang Lain

Setelah dalam pasal sebelumnya Paulus menjelaskan tentang dosa dan keadaan manusia yang semakin jauh dari…

5 days ago