Kesaksian

Kesaksian Clara Takarendehang

Pengalaman kehilangan seseorang yang kita kasihi adalah sebuah hal yang sangat berat untuk dilalui. Tetapi itulah realita kehidupan yang tidak dapat kita hindari selama kita masih hidup di dunia yang penuh dengan dosa ini. Walaupun demikian, ada pelajaran berharga yang bisa kita dapatkan dari pengalaman dukacita seperti yang dibagikan melalui kesaksian ini. Dan terlebih dari itu, saat Tuhan mengijinkan hal itu terjadi dalam kehidupannya, jalan pemulihan juga Ia sediakan. 

Kiranya kesaksian ini dapat menjadi berkat bagi kita yang memiliki pengalaman yang sama, dapat memberi kekuatan dan harapan di dalam Tuhan. 

Imanuel, Allah menyertai kita.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

9 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

5 days ago