Seri Sepuluh Hukum

Seri Sepuluh Hukum (Bagian 8) – Hukum Keempat (Bagian 1) – Hari Sabat

Shalom, selamat Sabat adik-adik. Apakah hari ini adik-adik sehat?

Puji Tuhan kita akan kembali merenungkan Firman Tuhan mengenai sepuluh hukum bagian 8 dengan judul hukum keempat bagian 1, Hari Sabat.

Nah, kemarin kita sudah banyak mendiskusikan isi dari 10 hukum, khususnya bagian 1-3. Sekarang kita kembali kepada hukum yang keempat. Siapa yang tahu hukum keempat berbunyi seperti apa?

Betul, mari kita membaca kembali bunyi dari hukum keempat. Keluaran 20:8-11 “Ingatlah dan kuduskanlah hari Sabat: enam hari lamanya engkau akan bekerja dan melakukan segala pekerjaanmu, tetapi hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu; maka jangan melakukan sesuatu pekerjaan, engkau atau anakmu laki-laki, atau anakmu perempuan, atau hambamu laki-laki, atau hambamu perempuan, atau hewanmu atau orang asing yang di tempat kediamanmu. Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya.”

Wah, hukum keempat mengajarkan kita untuk mengingat dan menguduskan hari Sabat (Hari Ketujuh). Hari sabat itu hari apa ya? Betul, itu adalah hari Sabtu. Sabtu adalah hari ketujuh maka dari itu Sabat jatuh pada hari Sabtu, karena “.. hari ketujuh adalah hari Sabat TUHAN, Allahmu ..” (Keluaran 20:10). Mari kita belajar lebih lanjut bagaimana hari Sabat itu adalah hari Sabtu. 

Bukti pertama bahwa Sabtu adalah hari Sabat terdapat di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang berbunyi Sabtu adalah hari ke-7 dalam jangka waktu satu minggu.

Bukti kedua mari kita melihat di dalam cerita kebangkitan Yesus. Di dalam kitab Matius 28:1 mengatakan “Setelah hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu, pergilah Maria Magdalena dan Maria yang lain, menengok kubur itu.”

Nah ayat tersebut mengatakan, setelah hari Sabat yaitu hari ke-7, maka hari pertama dalam minggu itu Yesus bangkit. Yesus bangkit di hari pertama yaitu hari Minggu. Mari kita hitung hari pertama mulai dari hari Minggu, lalu selanjutnya hari kedua dan seterusnya maka kita akan dapatkan hari ke-7 adalah hari Sabtu.

Benar hari ke-7 adalah hari Sabtu. 

Nah sudah jelas bukan? Jadi, hari ini kita sudah belajar bahwa hari ke-7 adalah hari Sabtu. Marilah kita mengingat dan menguduskan hari Sabat yang adalah hari Sabtu untuk kita memuji dan menyembah Allah Pencipta kita.

Kita akan melanjutkan belajar hukum keempat di seri selanjutnya.

Inilah renungan kita pada hari ini. Selamat Sabat dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 4) – Kuatkan Hatimu

Setelah perdebatan yang sengit di Mahkamah Agama, keadaan Paulus masih jauh dari aman. Ia ditolak…

18 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 3) – Pengharapan Kebangkitan

Sebelum melanjutkan pembahasan kisah ini, kita sedikit membahas mengenai kebangkitan. “Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 2) – Hikmat di Tengah Tekanan

Setelah dihadapkan kepada Mahkamah Agama, Paulus mendapati dirinya berada di tengah situasi yang sangat sulit.…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 1) – Hati Nurani yang Bersih

Setelah ditangkap di Yerusalem, Paulus akhirnya dihadapkan kepada Mahkamah Agama Yahudi untuk memberikan pembelaan atas…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 6) – Menggunakan Hak dengan Bijaksana

Setelah orang banyak menolak kesaksian Paulus, kepala pasukan Romawi memerintahkan agar Paulus diperiksa dengan cambuk…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 5) – Tetap Setia Meski Ditolak

Ketika Paulus menceritakan bagaimana Tuhan memanggil dan mengutusnya kepada bangsa-bangsa lain, reaksi orang banyak berubah…

6 days ago