Seri Sepuluh Hukum

Seri Sepuluh Hukum (Bagian 26) – Hukum Kesepuluh (Bagian 1) – Jangan Mengingini

Shalom, selamat Sabat. Apakah hari ini adik-adik sehat?

Puji Tuhan. Nah, kita sudah membahas Hukum Tuhan dari hukum pertama sampai hukum yang kesembilan. Hari ini kita akhirnya sampai pada hukum kesepuluh. 

Siapa yang tahu hukum kesepuluh apa bunyinya?
Jangan mengingini.

Betul, mari kita lihat lengkapnya di dalam Keluaran 20:17 “Jangan mengingini rumah sesamamu; jangan mengingini isterinya, atau hambanya laki-laki, atau hambanya perempuan, atau lembunya atau keledainya, atau apa pun yang dipunyai sesamamu.”

Kakak mau tanya, apakah kita boleh mengingini mainan teman?
Tidak boleh.

Apakah kita boleh mengingini baju teman karena bajunya bagus?
Tidak Boleh.

Kak saya mau bertanya. Kalau ingin menjadi rajin, ingin pintar di sekolah, ingin membantu orang, apakah tidak boleh?

Tentu boleh adik-adik. Ingin melakukan sesuatu yang baik itu tidak masalah. Yang tidak boleh adalah kita mengingini barang milik orang lain.

Jadi kita tidak boleh mengingini barang orang lain, semuanya tanpa terkecuali. Kira-kira kenapa ya Tuhan melarang kita “Mengingini”?
Tidak tahu kak.

Baik kalau tidak tahu mari kita baca Alkitab di dalam Yakobus 1:14-15 (ILT3) “Namun setiap orang dicobai karena diseret dan dipikat oleh keinginannya sendiri. Selanjutnya, keinginan yang telah mengandung itu melahirkan dosa, dan dosa yang digenapkan itu melahirkan kematian.”

Wah, sangat mengerikan kalau keinginan kita selalu mengarah kepada dosa.

Kira-kira apa benar ya adik-adik? Coba kakak tanya, kalau adik-adik ingin mainan teman biasanya apa ya yang dilakukan?
Biasanya aku minta sama mama kak minta belikan mainan seperti teman itu.

Lalu, kalau tidak dibelikan bagaimana?
Biasanya nangis dan juga marah kak.

Nah, Iya biasanya kita cenderung untuk marah dan melakukan hal yang jahat bahkan mungkin kita pikir kita mau mencuri, walau kakak yakin adik-adik tidak mencuri ya.

Begitulah, Tuhan tahu bahwa ketika kita mengingini barang orang lain atau apapun milik orang lain pasti kita akan berbuat dosa.

Maka darinya kita diingatkan di dalam buku Para Nabi dan Bapa Jilid 1 halaman 324 paragraf 5 dituliskan “Hukum kesepuluh menyerang akar daripada segala dosa, melarang keinginan yang mementingkan diri, dari mana bersumber perbuatan keji. Ia yang dalam penurutan kepada hukum Allah menegahkan diri dari memanjakan sekalipun hanya satu keinginan yang keji akan barang milik orang lain tidak akan melakukan tindakan yang salah terhadap sesamanya.

Jadi, pelajaran untuk kita :

1. Menyerahkan keinginan kita dalam doa, agar Tuhan menuntun kita dalam keinginan yang benar.

2. Jangan mengingini barang milik orang lain ya adik-adik.

Inilah renungan kita pada hari ini. Selamat Sabat dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 5 (Bagian 7) – Pengharapan yang Tidak Mengecewakan

“Dan pengharapan tidak mengecewakan, karena kasih Allah telah dicurahkan di dalam hati kita oleh Roh…

13 hours ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 6) – Kesengsaraan, Ketekunan, dan Tahan Uji

“Dan ketekunan menimbulkan tahan uji, dan tahan uji menimbulkan pengharapan.” Roma 5:4 Pada bagian sebelumnya,…

2 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 5) – Bermegah dalam Kesengsaraan

“Dan bukan hanya itu saja. Kita malah bermegah juga dalam kesengsaraan kita, karena kita tahu,…

3 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 4) – Bermegah dalam Pengharapan

Setelah mengatakan bahwa melalui Kristus kita memperoleh jalan masuk kepada kasih karunia, Paulus melanjutkan dalam…

4 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 3) – Jalan Masuk kepada Kasih Karunia

Setelah menjelaskan bahwa kita memiliki damai dengan Allah melalui Yesus Kristus, Paulus melanjutkan dalam Roma…

5 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 2) – Damai dengan Allah

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa kita dibenarkan karena iman. Sekarang Paulus melanjutkan dengan menunjukkan…

6 days ago