Renungan

Tiket ke Surga

Shalom, Selamat Sabat!

Siapakah yang ingin memiliki tiket menuju kerajaan Surga? Jika Anda mau, mari kita ikuti renungan hari ini.

Jika kita ingin pergi ke sebuah kota atau negara menggunakan pesawat terbang ataupun kereta api, maka biasanya petugas akan meminta kita menunjukkan tiket kita. Setelah ia melihat tiket kita maka kita diperbolehkan untuk masuk, bukan?

Nah, bagaimana dengan tiket ke Surga? Mari kita sama-sama baca dari kitab Wahyu untuk mengetahui ‘tiket’ seperti apa yang harus kita miliki agar kita bisa memperoleh keselamatan dan masuk dalam kerajaan Surga?

“Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya: ‘Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!’ Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.”

Wahyu 7:2-3, 9

Di ayat dua dan tiga kita bisa melihat bahwa ada proses pemeteraian yang sedang berlangsung sebelum perusakan terhadap bumi ini terjadi, dan mereka yang dimeteraikan ini di ayatnya yang kesembilan adalah mereka yang berada di surga yaitu di hadapan Anak Domba atau Yesus.

Artinya hanya orang yang memiliki meterai Allah yang akan diselamatkan dan masuk dalam kerajaan Surga. Mungkin kita bertanya, “Siapa saja yang akan mengenakan ‘meterai Allah?’”

Pertama, “meterai dari Allah yang hidup akan dikenakan hanya kepada mereka yang memiliki keserupaan dengan Kristus dalam tabiat.” (The SDA Bible Commentary, Vol. 7, 970.3)

Kedua, “meterai dari Allah yang hidup dikenakan pada mereka yang dengan sungguh-sungguh memelihara Sabat Tuhan.” (The SDA Bible Commentary, Vol. 7, 980.2)

Lalu mengapa ada banyak orang tidak menerima meterai itu? Karena mereka tidak memiliki keserupaan dengan tabiat Kristus dan mereka tidak memelihara perintah-perintah-Nya. Banyak orang yang mengaku sebagai ‘pengikut Kristus’ akan menemui kekecewaan karena pada akhirnya di dahi mereka tidak ada meterai Allah.

Pertanyaannya adalah: Mengapa mereka tidak menerimanya? Karena banyak dari kita yang mengaku ‘pengikut Kristus’ tidak mau melepaskan kesenangan dunia. Tidak mau menyangkal diri dan tidak mau memikul salib.

Itulah sebabnya Alkitab berkata, “… kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Sebab itu hendaklah dosa jangan berkuasa lagi di dalam tubuhmu yang fana, supaya kamu jangan lagi menuruti keinginannya. Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.” (Roma 6:11-13)

Kiranya renungan pada Sabat hari ini mengingatkan kita untuk selalu memegang ‘tiket’ ke Surga, yaitu dengan meminta pertolongan dari Tuhan agar kita bisa memiliki tabiat yang serupa dengan-Nya dan menuruti segala perintah-Nya.

Selamat Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 1 (Bagian 5) – Ketika Hati Menjauh dari Allah

Roma 1:26–27 menunjukkan kepada kita akibat yang semakin jauh ketika manusia terus-menerus menolak Allah. Paulus…

12 hours ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 4) – Menukar Kebenaran dengan Kebohongan

Setelah menjelaskan bagaimana manusia menolak Allah, Paulus menunjukkan akibat yang terjadi ketika manusia memilih untuk…

2 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 3) – Ketika Manusia Menolak Allah

Paulus kemudian membawa kita kepada sebuah kenyataan yang serius. “Sebab murka Allah nyata dari sorga…

3 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 2) – Tidak Malu terhadap Injil

Paulus melanjutkan suratnya kepada jemaat di Roma dengan mengungkapkan kerinduannya untuk mengunjungi mereka. Ia berkata,…

4 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 1) – Siapa Kita?

Paulus membuka suratnya kepada jemaat di Roma dengan memperkenalkan dirinya sebagai “… hamba Kristus Yesus,…

5 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 7) – Berbuahlah

Pada bagian sebelumnya, kita diingatkan untuk tidak menghabiskan waktu dalam pertengkaran dan perdebatan yang sia-sia.…

6 days ago