Renungan

Sepeda Tandem Part 3 – Orang Buta Bersepeda

Suatu kali ada seorang buta yang bersepeda padahal mereka tidak bisa melihat jalan. Menurut kalian, apakah hal itu berhasil? Tentu saja! Karena yang digunakan adalah sepeda tandem.

Hal yang menyentuh hati seorang pengendara sepeda yang buta itu mengatakan “Saya sangat senang bersepeda, saya merasakan kecepatan membawa tubuh saya dan hal itu menggembirakan karena saya dapat lebih cepat dari berjalan kaki seperti yang biasa saya lakukan. Lalu saya juga merasakan hembusan angin pada pipi saya, mencium udara yang segar dan jika kami melewati tempat yang banyak bunga, aku mencium aroma bunga itu. Dan banyak hal lainnya lagi, dan saya sangat suka bersepeda, saya dapat bersepeda sejauh 40 Km.” 

Suatu pengalaman yang sangat luar biasa yang dirasakan seorang orang buta yang suka sekali bersepeda. Tapi mengapa mereka bisa bersepeda sejauh 40 kilometer jika mereka berdua buta?

Tahukah anda bahwa sebenarnya seorang yang buta itu hanya satu orang saja dan yang menjadi pilot tandem itu adalah orang yang dapat melihat.

Pilot sepeda tandem itu akan memberi aba-aba selama mereka bersepeda, kemudian pilot juga akan menceritakan apa yang ada di sekeliling mereka. Jadi walau orang buta itu tidak dapat melihat namun mereka mendengar cerita sepanjang perjalanan mereka. Pilot itu memastikan perjalanan mereka akan baik karena pilot itu juga harus memberi aba-aba kapan mereka akan berhenti, kapan mereka mengurangi kecepatan, kapan mereka harus melaju dengan kuat karena ada tanjakan. 

Sesungguhnya kita juga adalah orang buta secara rohani. Terkadang kita tidak dapat melihat apa yang baik, bahkan kita tidak dapat melihat suatu jalan yang benar. Tetapi Yesus tahu dan Ia akan selalu menjadi pilot yang baik yang akan menuntun kita di dalam perjalanan kehidupan kita. 

Yesus yang adalah “pilot” kehidupan kita yang menuntun kita digambarkan di Alkitab sebagai gembala di dalam Mazmur 23.

“TUHAN adalah gembalaku . . . . Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku . . . .”

Mazmur 23:1-4

Marilah kita menyerahkan kehidupan kita untuk selalu dituntun oleh Yesus setiap harinya. Rasakanlah pengalaman yang luar biasa saat kita menjadikan Yesus sebagai penuntun hidup kita.

Selamat Pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 4) – Tetap Bersukacita Meski Ditolak

Setelah pemberitaan Paulus di Antiokhia Pisidia, banyak orang tertarik mendengarkan firman Tuhan. Bahkan pada hari…

2 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 3) – Jangan Menyia-nyiakan Kesempatan

“Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 2) – Jangan Menolak Terang Kebenaran

Setelah diutus, Paulus dan Barnabas mulai memberitakan Injil ke berbagai tempat. Dalam perjalanan itu, mereka…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 1) – Dipanggil untuk Pekerjaan Tuhan

Kisah Para Rasul pasal 13 menjadi titik penting dalam perjalanan pekabaran Injil. Di pasal inilah…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 3) – Ditinggikan atau Direndahkan?

Setelah peristiwa pembebasan Petrus, kisah beralih kepada Raja Herodes. Ia tampil di hadapan rakyat dengan…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 2) – Ketika Tuhan Menjawab di Luar Dugaan

Mari kita lanjutkan Kisah Para Rasul pasal 12, ketika Petrus berada di dalam penjara. Situasinya…

6 days ago