Renungan Kitab Yosua

Perenungan Yosua 13 – Mengenai Suku Lewi

Pasal ini berbicara mengenai pembagian tanah. Ayat 14 menarik untuk dibahas mengenai suku Lewi yang tidak diberikan milik pusaka.

Mengapa Lewi tidak diberikan? Mari kita baca penjelasan Roh Nubuat mengenai suku Lewi.

“Di antara putra-putra Yakub, Lewi adalah salah satu yang paling kejam dan pendendam, salah satu dari dua orang yang paling bersalah dalam pembunuhan licik orang-orang Sikhem. Karakteristik Lewi, yang tercermin dalam keturunannya, mendatangkan bagi mereka ketetapan dari Allah, ‘Aku akan membagi-bagikan mereka di antara anak-anak Yakub dan menyerakkan mereka di antara anak-anak Israel.’ Kejadian 49:7. Namun pertobatan mendatangkan reformasi; dan melalui kesetiaan mereka kepada Allah di tengah kemurtadan suku-suku lain, kutukan itu diubah menjadi tanda kehormatan tertinggi.”

Education 148.3

“Orang Lewi, yang ditunjuk sebagai pelayan Bait Suci, tidak menerima tanah warisan; mereka tinggal bersama di kota-kota yang dikhususkan untuk mereka, dan menerima dukungan dari persepuluhan, pemberian, dan persembahan yang dikhususkan untuk pelayanan Allah. Mereka adalah guru-guru umat, tamu dalam setiap perayaan mereka, dan di mana pun dihormati sebagai hamba dan wakil Allah. Kepada seluruh bangsa diberikan perintah: ‘Hati-hatilah, supaya jangan engkau melalaikan orang Lewi, selama engkau ada di tanahmu.’ ‘Suku Lewi tidak mempunyai bagian milik pusaka bersama-sama dengan saudara-saudaranya; TUHANlah milik pusakanya.’ Ulangan 12:19; 10:9.”

Education 148.5

Jadi, suku Lewi secara materi tidak memiliki tanah warisan. Mereka sepenuhnya bergantung pada dukungan dari umat Tuhan dan pemeliharaan Tuhan. Ini menunjukkan bahwa tugas mereka berfokus pada pelayanan rohani, bukan mengejar harta duniawi.

Dengan tidak memiliki tanah pertanian sendiri, mereka tidak terikat pada pekerjaan duniawi sehingga memungkinkan mereka untuk fokus sepenuhnya pada pelayanan rohani.

Jika Anda termasuk golongan “Lewi” yang secara khusus fokus di pelayanan seperti Pendeta, maka memang sudah seharusnya mereka menerima dukungan dari persepuluhan, pemberian, dan persembahan yang dikhususkan untuk pelayanan Allah. Jadi, jangan takut dan khawatir. Percayalah bahwa Tuhan akan selalu memelihara Anda sekeluarga.

Dan jika Anda adalah umat Tuhan, maka setialah di dalam memberikan persembahan dan persepuluhan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 5) – Rencana Tuhan Tidak Dapat Digagalkan

Tidak lama setelah Tuhan menguatkan Paulus, ancaman baru muncul. Alkitab mencatat bahwa lebih dari empat…

21 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 4) – Kuatkan Hatimu

Setelah perdebatan yang sengit di Mahkamah Agama, keadaan Paulus masih jauh dari aman. Ia ditolak…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 3) – Pengharapan Kebangkitan

Sebelum melanjutkan pembahasan kisah ini, kita sedikit membahas mengenai kebangkitan. “Sebab orang-orang Saduki mengatakan, bahwa…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 2) – Hikmat di Tengah Tekanan

Setelah dihadapkan kepada Mahkamah Agama, Paulus mendapati dirinya berada di tengah situasi yang sangat sulit.…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 23 (Bagian 1) – Hati Nurani yang Bersih

Setelah ditangkap di Yerusalem, Paulus akhirnya dihadapkan kepada Mahkamah Agama Yahudi untuk memberikan pembelaan atas…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 22 (Bagian 6) – Menggunakan Hak dengan Bijaksana

Setelah orang banyak menolak kesaksian Paulus, kepala pasukan Romawi memerintahkan agar Paulus diperiksa dengan cambuk…

6 days ago