Renungan Kitab Yoël

Perenungan Yoel 1 – Kesukaran Besar

“Alkitab, dan hanya Alkitab saja, memberikan pandangan yang benar mengenai hal-hal ini. Di sini terungkap adegan-adegan akhir yang besar dalam sejarah dunia kita, peristiwa-peristiwa yang telah menimbulkan bayang-bayang sebelumnya, suara mendekatnya peristiwa-peristiwa tersebut yang menyebabkan bumi bergetar dan hati manusia menjadi kecewa karena ketakutan.”

Education 180.1

Ketika saya membaca dan mempelajari Yoel 1 dan membaca beberapa komentar dari pena inspirasi, banyak yang mengarah kepada kesukaran besar nanti yang akan terjadi atau 7 malapetaka yang ada di kitab Wahyu atau kisah di mana Kristus sudah tidak menjadi pengantara kita lagi di bait suci. Renungan hari ini panjang dan tolong siapkan waktu khusus untuk membacanya.

“Dalam penglihatan tentang hari penghakiman besar, para utusan Yehova yang terilham diberikan gambaran sekilas tentang kegemparan orang-orang yang tidak siap bertemu Tuhan mereka dalam damai.”

Prophets and Kings 726.1

Gambaran sekilas ini ada di beberapa kitab dan salah satunya ada di kitab ini dan pasal ini. Mari kita baca 4 paragraf di bawah ini yang saya ambil dari buku ‘The Great Controversy’ atau dalam Bahasa Indonesianya adalah ‘Kemenangan Akhir’ bab 39 yang menjelaskan demikian:

Pada waktu Kristus menghentikan pengantaraan-Nya di bait suci, maka murka yang tidak bercampur yang mengancam mereka yang menyembah binatang itu dan patungnya dan yang menerima tandanya (Wahyu 14:9, 10) akan dicurahkan. Bala yang datang ke atas Mesir pada waktu Allah hampir melepaskan bangsa Israel, sama sifatnya dengan hukuman yang lebih dahsyat dan lebih meluas yang akan terjadi ke dunia ini sesaat sebelum kelepasan umat Allah. (The Great Controversy 627.3)

Pewahyu berkata dalam menjelaskan malapetaka yang mengerikan itu, “Maka timbullah bisul yang jahat dan yang berbahaya pada semua orang yang memakai tanda dari binatang itu dan yang menyembah patungnya.” Air laut menjadi darah, seperti darah orang mati dan matilah segala yang bernyawa yang hidup di dalam laut.” Dan “sungai- sungai dan mata-mata air dan semuanya menjadi darah.” Walaupun hukuman penderitaan ini mengerikan, hukuman Allah tetap terbukti benar. Malaikat Tuhan berkata, “Adil Engkau, Engkau yang ada dan yang sudah ada, Engkau yang kudus, yang telah menjatuhkan hukuman ini. Karena mereka telah menumpahkan darah orang-orang kudus dan para nabi, Engkau juga telah memberi mereka minum darah; hal itu wajar bagi mereka.” Wahyu 16:2-6. (The Great Controversy 627.3)

Oleh menghukum mati umat Allah, sesungguhnya mereka telah menanggung kesalahan atas darah umat Allah itu seolah-olah mereka dengan tangan sendiri telah menumpahkan darahnya. Dengan cara yang sama Kristus menyatakan orang-orang Yahudi pada zaman-Nya bersalah atas darah orang-orang kudus yang telah ditumpahkan sejak zaman Habel karena memiliki roh yang sama, dan berusaha melakukan pekerjaan yang sama dengan para pembunuh nabi-nabi. (The Great Controversy 627.3)

Dalam bala berikutnya, kuasa telah diberikan kepada matahari “untuk menghanguskan manusia dengan api. Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat.” (Wahyu 16:8,9). Demikianlah nabi-nabi menjelaskan keadaan dunia pada saat yang menakutkan ini, ‘Tanah berkabung,… sebab sudah musnah panen ladang.” “Segala pohon di ladang sudah mengering. Sungguh, menjadi kering di dalam tanah, lumbung-lumbung sudah licin tandas.” “Betapa mengeluhnya hewan dan gempar kawanan-kawanan lembu, sebab tidak ada padang rumput baginya Sebab padi telah kering, dan api pun telah memakan habis tanah gembalaan di padang gurun.” “Nyanyian-nyanyian di tempat suci akan menjadi ratapan pada hari itu, demikianlah firman Tuhan Allah. Ada banyak bangkai: ke mana-mana orang melemparkannya dengan diam-diam” Yoel 1:10-12, 17-20; Amos 8:3. (The Great Controversy 627.3)

Itulah gambarannya. Dan ini sudah dinubuatkan jauh sebelumnya. Lalu pertanyaan bagi kita adalah “Apa yang harus kita lakukan saat ini sambil menanti kegenapan nubuatan?”

Biarlah banyak pelayan Kristus menguduskan puasa, mengadakan pertemuan yang khidmat, dan mencari Tuhan selagi Dia ditemukan … Buanglah dalam dirimu segala kesombongan … menangislah di antara serambi dan altar, dan serukan, ‘Sayangilah, ya TUHAN, umat-Mu, dan janganlah biarkan milik-Mu sendiri menjadi cela, sehingga bangsa-bangsa menyindir kepada mereka. Mengapa orang berkata di antara bangsa: Di mana Allah mereka?’ Berdoalah, oh, berdoalah untuk pencurahan Roh Allah!Manuscript 27, 1889.

Selected Messages Book 3, 189.4

Jadi, mari kita berpuasa dan mencari Tuhan serta buang segala ego kita, segala kesombongan yang ada dalam diri kita haruslah dibuang. Berdoalah kepada Tuhan untuk memohon ampunan dan memohon akan pencurahan Roh Kudus.

Kiranya renungan hari ini boleh memberkati kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 3 – Kuasa di Dalam Nama Yesus

“Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus, maka Nama itu telah menguatkan orang yang kamu lihat…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 2 – Ketika Roh Allah Menguasai Hati

Pada hari Pentakosta, sesuatu yang luar biasa terjadi. Murid-murid yang sebelumnya takut, ragu, dan bersembunyi—tiba-tiba…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 1 – Kuasa untuk Bersaksi

“Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan…

5 days ago

Perenungan 2 Korintus 13 – Ujilah Dirimu

Di bagian penutup suratnya, Rasul Paulus memberikan pesan yang sangat tegas sekaligus penuh kasih kepada…

6 days ago

Perenungan 2 Korintus 12 – Cukup untuk Hari Ini

Sering kali kita berharap hidup tanpa pencobaan. Namun firman Tuhan mengingatkan kita bahwa jalan orang…

7 days ago

Perenungan 2 Korintus 11 (Bagian 3) – Menyamar sebagai Malaikat Terang

Selain ayat 3 yang sudah kita renungkan sebelumnya, ada satu peringatan penting dalam pasal ini…

1 week ago