Renungan Kitab Yesaya

Perenungan Yesaya 61 – Aku Membenci Perampasan

Kita perlu berhati-hati agar tidak mengikuti adat istiadat duniawi. Mari kita baca beberapa terjemahan:

Tuhan membenci segala bentuk perampokan atau perampasan atau penjarahan dengan dalih sebagai persembahan korban. Mari kita baca kutipan dari pena inspirasi.

“Kejujuran, integritas, keadilan, belas kasihan, cinta, kasih sayang, dan simpati dianut dalam pekerjaan misionaris medis. Dalam semua pekerjaan ini agama Alkitab harus diterapkan. Tuhan tidak ingin siapa pun yang bekerja sebagai wakil-Nya mengikuti adat istiadat dan praktik yang salah dari para dokter duniawi dalam merawat umat manusia yang menderita. Dokter kita perlu melakukan reformasi dalam hal mengenakan biaya tinggi untuk tindakan operasi darurat. Dan reformasi harus diperluas lebih jauh dari ini. Sering kali biaya yang terlalu mahal harus dibayarkan hanya untuk tindakan [medis] yang kecil, karena para dokter harus diatur dalam hal pembiayaannya oleh praktik dokter-dokter dunia. Beberapa orang mengikuti kebijakan duniawi untuk mengumpulkan kekayaan, seperti yang mereka katakan, untuk melayani Tuhan. Namun Tuhan tidak menerima persembahan yang demikian. Katanya, ‘Aku benci perampokan untuk korban bakaran.’ Yesaya 61:8 [Terjemahan bebas dari KJV]”

Medical Ministry 125.3

Jadi, marilah kita hidup dengan jujur di dalam segala sesuatu yang kita kerjakan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

14 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

6 days ago