Renungan Kitab Roma

Perenungan Roma 9 (Bagian 4) – Apakah Allah Tidak Adil?

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa rencana Allah tidak ditentukan oleh jasa atau keunggulan manusia. Namun, hal ini mungkin menimbulkan pertanyaan: jika Allah memilih menurut kehendak-Nya sendiri, apakah berarti Dia tidak adil? 

Paulus menjawab dengan tegas: “Sekali-kali tidak!” 

Ia kemudian mengingatkan tentang Musa dan Firaun. Allah menunjukkan kemurahan-Nya kepada Musa, sedangkan melalui Firaun, Allah menyatakan kuasa-Nya sehingga nama-Nya dikenal di seluruh bumi. 

Hal ini mengajarkan bahwa kemurahan Allah bukan sesuatu yang dapat kita tuntut sebagai upah atas kebaikan kita. Tidak seorang pun dapat membanggakan diri seolah-olah keselamatan adalah hasil usahanya sendiri. Kita semua membutuhkan kasih karunia Tuhan. 

Lalu bagaimana dengan Firaun yang hatinya dikeraskan Allah? Kisah dalam Keluaran menunjukkan bahwa Firaun berulang kali mengeraskan hatinya dan menolak perintah Tuhan. Allah tidak memaksanya menjadi jahat, tetapi membiarkan pilihan pemberontakannya membawa akibat. 

“Firaun menaburkan sikap keras kepala, dan ia menuai hasil yang sama dalam karakternya.”

Review and Herald, February 17, 1891, par. 1

Jangan keraskan hati ketika Tuhan masih memberi kesempatan untuk berubah. 

Kita belajar bahwa Allah berdaulat, tetapi manusia tetap bertanggung jawab atas pilihan dan sikap hatinya. Ketika Tuhan menunjukkan kemurahan dan memberikan kesempatan, janganlah kita mengeraskan hati dan menolak tuntunan-Nya. 

Jangan sia-siakan kemurahan Tuhan dengan terus memilih jalan yang salah. 

Kiranya kita tidak mempertanyakan kemurahan Tuhan dengan kesombongan, tetapi belajar menerima kasih karunia-Nya dengan rendah hati dan menanggapi tuntunan-Nya dengan iman serta ketaatan. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 3) – Rencana Allah dan Pilihan-Nya

Pada bagian sebelumnya Paulus menjelaskan bahwa keturunan jasmani saja tidak otomatis menjadikan seseorang ahli waris…

1 day ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 2) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel…

2 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 14) – Tidak Ada yang Dapat Memisahkan Kita dari Kasih Allah

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 13) – Jika Allah di Pihak Kita

“… Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Kristus Yesus, yang telah…

5 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 12) – Allah Menuntun Kita Menuju Kemuliaan

“Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka…

6 days ago