Renungan Kitab Roma

Perenungan Roma 9 (Bagian 5) – Siapakah Kita untuk Membantah Allah?

Setelah menjelaskan bahwa Allah berdaulat dan manusia tetap bertanggung jawab atas pilihannya, Paulus mengantisipasi sebuah pertanyaan: jika demikian, mengapa Allah masih menyalahkan manusia? 

Paulus menjawab dengan gambaran seorang tukang periuk dan tanah liat. Tukang periuk memiliki hak untuk membentuk tanah liat menjadi berbagai jenis bejana sesuai dengan tujuannya. Demikian juga, Allah sebagai Pencipta memiliki hak dan kuasa untuk menjalankan rencana-Nya. 

Melalui gambaran ini, Paulus mengingatkan kita tentang keterbatasan manusia. Kita sering merasa bahwa kita mengetahui apa yang terbaik, bahkan terkadang menganggap keputusan Tuhan harus selalu sesuai dengan pemahaman kita. 

Ketika doa belum dijawab, jalan hidup tidak sesuai harapan, atau kita tidak memahami apa yang Tuhan izinkan terjadi, kita bisa mulai mempertanyakan kebijaksanaan-Nya. 

“Dalam maksud dan tindakan Allah terdapat hal-hal misterius yang tidak dapat dipahami oleh pikiran manusia yang terbatas. Dan karena kita tidak dapat menyelami rahasia hikmat dan kuasa-Nya yang tidak terbatas, kita dipenuhi rasa hormat dan kekaguman kepada Yang Mahatinggi.”

Review and Herald, September 14, 1886, par. 1

Tentu, kita boleh bertanya dan mencari pemahaman melalui firman Tuhan. Namun, jangan sampai pertanyaan kita berubah menjadi sikap menyalahkan Allah seolah-olah kita lebih tahu daripada Dia. 

Kita boleh saja tidak memahami jalan Tuhan, tetapi jangan meragukan kebijaksanaan-Nya. 

Kiranya kita memiliki hati yang rendah hati di hadapan Pencipta kita. Belajarlah mempercayai-Nya, sekalipun tidak semua rencana dan jalan-Nya dapat kita pahami sekarang. 

Selamat pagi, selamat Sabat, dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 4) – Apakah Allah Tidak Adil?

“Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati…

1 day ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 3) – Rencana Allah dan Pilihan-Nya

Pada bagian sebelumnya Paulus menjelaskan bahwa keturunan jasmani saja tidak otomatis menjadikan seseorang ahli waris…

2 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 2) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel…

3 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 14) – Tidak Ada yang Dapat Memisahkan Kita dari Kasih Allah

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada…

5 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 13) – Jika Allah di Pihak Kita

“… Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Kristus Yesus, yang telah…

6 days ago