Renungan Kitab Roma

Perenungan Roma 3 (Bagian 7) – Iman yang Meneguhkan Hukum

Setelah menjelaskan bahwa manusia dibenarkan karena iman dan bukan karena melakukan hukum Taurat, Paulus menutup pembahasannya dengan sebuah pertanyaan penting: “Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.” (Roma 3:31) 

Ayat ini penting karena kita dapat dengan mudah salah memahami hubungan antara iman dan hukum. Jika keselamatan diterima melalui iman, apakah berarti hukum Tuhan tidak lagi penting? Paulus menjawab dengan tegas: tidak. 

Iman kepada Kristus tidak membuat kita mengabaikan kehendak Tuhan. Sebaliknya, ketika kita sungguh memahami kasih karunia yang telah kita terima, hati kita akan terdorong untuk hidup dalam ketaatan. 

Kita tidak menaati Tuhan supaya mendapatkan keselamatan. Kita menaati-Nya karena telah menerima kasih karunia dan keselamatan dari-Nya. Ada perbedaan yang besar antara keduanya. 

Ketaatan bukan harga yang harus kita bayar untuk mendapatkan kasih Tuhan, tetapi merupakan respons kasih kita kepada-Nya. 

Bayangkan seseorang yang telah diselamatkan dari bahaya oleh orang yang rela mempertaruhkan nyawanya. Rasa syukur tidak membuatnya berkata, “Karena saya sudah diselamatkan, saya bebas melakukan apa saja.” Justru keselamatan itu membuatnya semakin menghargai orang yang telah menolongnya. 

Demikian juga dengan hubungan kita kepada Tuhan. Ketika kita memahami apa yang Kristus telah lakukan bagi kita, kita tidak melihat perintah Tuhan sebagai beban yang ingin dihindari. Kita belajar melihatnya sebagai jalan untuk menyatakan kasih dan kesetiaan kita kepada-Nya. 

Iman yang sejati tidak menghapus ketaatan, tetapi menghasilkan kehidupan yang taat. 

Karena itu, jangan memisahkan iman dan ketaatan. Jangan berkata, “Saya percaya kepada Kristus, jadi saya tidak perlu peduli bagaimana saya hidup.” Sebaliknya, biarlah iman kepada Kristus mengubah cara kita berpikir, memilih, berbicara, dan menjalani kehidupan setiap hari. 

Pertanyaan bagi kita semua adalah “Apakah iman saya hanya terlihat dalam apa yang saya percaya dan katakan, ataukah iman itu juga terlihat dalam ketaatan dan kehidupan saya sehari-hari?” Jawablah itu dalam hati kita masing-masing. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 3 (Bagian 6) – Tidak Ada Alasan untuk Bermegah

Setelah menjelaskan bahwa manusia dibenarkan melalui iman dan bukan karena melakukan hukum Taurat, Paulus mengajukan…

1 day ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 5) – Salib: Keadilan dan Kasih Allah

Setelah menjelaskan bahwa semua orang telah berdosa dan hanya dapat dibenarkan oleh kasih karunia, Paulus…

2 days ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 4) – Semua Membutuhkan Kasih Karunia

Setelah menjelaskan bahwa kebenaran Allah diterima melalui iman kepada Yesus Kristus, Paulus menunjukkan mengapa kasih…

3 days ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 3) – Bukan karena Kebaikan Kita

Setelah menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang benar dan semua manusia membutuhkan kasih karunia,…

4 days ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 2) – Tidak Ada Seorang Pun yang Benar

Setelah menjelaskan kesetiaan Allah, Paulus membawa kita melihat keadaan manusia. Ia berkata, “Tidak ada yang…

5 days ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 1) – Kesetiaan Allah di Tengah Ketidaksetiaan Manusia

Hari ini kita akan mulai dengan sebuah pertanyaan: “Apakah ada keuntungan menjadi umat Allah?”  Paulus…

6 days ago