Renungan Kitab Roma

Perenungan Roma 2 (Bagian 4) – Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kehidupan

Setelah mengingatkan kita bahwa bukan hanya mendengar firman, tetapi juga melakukannya, Paulus melanjutkan dengan teguran yang lebih tajam. 

Pertanyaan ini sangat sederhana, tetapi begitu dalam. Kita mungkin pandai memberikan nasihat kepada orang lain, tetapi apakah nasihat yang sama sudah kita terapkan dalam kehidupan kita sendiri? 

Sering kali lebih mudah mengajarkan sesuatu daripada melakukannya. Kita bisa berbicara tentang kesabaran, tetapi kehilangan kesabaran ketika menghadapi orang lain. Kita bisa menasihati orang untuk mengampuni, tetapi masih menyimpan kepahitan. Kita bisa mengingatkan orang lain untuk setia kepada Tuhan, tetapi dalam kehidupan sendiri justru mulai mengabaikan-Nya. 

Paulus tidak sedang mengatakan bahwa kita tidak boleh mengajar atau menasihati orang lain, tetapi biarlah kebenaran yang kita ajarkan kepada orang lain seharusnya terlebih dahulu bekerja dalam kehidupan kita sendiri. 

Pengetahuan tentang firman Tuhan adalah sesuatu yang berharga. Namun pengetahuan itu seharusnya tidak membuat kita merasa lebih tinggi daripada orang lain. Sebaliknya, semakin banyak kebenaran yang kita ketahui, seharusnya semakin rendah hati kita, karena kita menyadari betapa banyak hal dalam hidup kita yang masih perlu Tuhan ubahkan. 

Paulus bahkan mengatakan bahwa karena ketidakkonsistenan umat Allah, “nama Allah dihujat di antara bangsa-bangsa lain” (Roma 2:24). Kehidupan kita ternyata dapat memengaruhi bagaimana orang lain memandang Tuhan yang kita sembah. 

Karena itu, kesaksian terbesar kita bukan hanya apa yang kita katakan tentang Tuhan, tetapi juga bagaimana kita hidup ketika tidak ada yang melihat. Orang mungkin tidak mengingat semua nasihat yang kita berikan, tetapi mereka dapat melihat apakah kehidupan kita sesuai dengan apa yang kita katakan. 

Pertanyaan bagi kita semua adalah “Apakah ada kebenaran yang sering saya ajarkan kepada orang lain, tetapi belum sungguh-sungguh saya terapkan dalam hidup saya?” Jawablah itu dalam hati kita masing-masing. 

Biarlah kebenaran yang kita ajarkan kepada orang lain terlebih dahulu mengubahkan kehidupan kita sendiri.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 2 (Bagian 3) – Mendengar atau Melakukan?

Setelah berbicara tentang penghakiman Allah yang adil, Paulus membawa kita kepada sesuatu yang sering kali…

1 day ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 2) – Allah Menghakimi dengan Adil

Setelah mengingatkan kita untuk tidak menghakimi orang lain, Paulus mengarahkan perhatian kita kepada satu hal…

2 days ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 1) – Jangan Menghakimi Orang Lain

Setelah dalam pasal sebelumnya Paulus menjelaskan tentang dosa dan keadaan manusia yang semakin jauh dari…

3 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 6) – Jangan Keraskan Hati

“Dan karena mereka tidak merasa perlu untuk mengakui Allah, maka Allah menyerahkan mereka kepada pikiran-pikiran…

4 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 5) – Ketika Hati Menjauh dari Allah

Roma 1:26–27 menunjukkan kepada kita akibat yang semakin jauh ketika manusia terus-menerus menolak Allah. Paulus…

5 days ago

Perenungan Roma 1 (Bagian 4) – Menukar Kebenaran dengan Kebohongan

Setelah menjelaskan bagaimana manusia menolak Allah, Paulus menunjukkan akibat yang terjadi ketika manusia memilih untuk…

6 days ago