Renungan Kitab Pengkhotbah

Perenungan Pengkhotbah 12 – Malaikat Mencatat

Sering kali manusia bisa menyembunyikan kesalahan dari orang lain. Tetapi di hadapan Tuhan, semuanya terbuka.

Jadi semua perbuatan kita akan dibawa ke pengadilan untuk dihakimi. Apa saja yang dihakimi? Tentu semuanya. Sehubungan ini, mari kita baca kutipan di bawah ini.

“Buku-buku catatan di surga, di mana nama-nama dan perbuatan manusia dicatat, akan menentukan keputusan-keputusan dalam penghakiman.”

The Great Controversy 480.2

Apa saja yang dicatat?

“Setiap perbuatan manusia diperiksa kembali di hadapan Allah, dan didaftarkan sebagai kesetiaan atau ketidaksetiaan. Di hadapan setiap nama di dalam buku-buku di surga, dimasukkan dengan tepat sekali setiap perkataan yang salah, setiap tindakan yang mementingkan diri sendiri, setiap tugas yang tidak diselesaikan dan setiap dosa yang tersembunyi serta setiap kepura-puraan. Peringatan atau teguran yang dikirim dari surga yang diabaikan, waktu yang disia-siakan, kesempatan yang tidak dimanfaatkan, pengaruh yang diberikan untuk kebaikan atau untuk kejahatan, beserta akibatnya yang menjangkau luas, semuanya dicatat oleh malaikat pencatat.”

The Great Controversy 482.1

Jadi semuanya dicatat, semuanya dihakimi. Jika setiap perbuatan akan dibawa ke pengadilan, maka pertanyaannya bagi kita adalah: “Apakah hari ini saya sudah hidup sesuai dengan kehendak Tuhan?”  jawablah dalam hati kita masing-masing.

Ayat ini adalah menyadarkan kita untuk hidup benar mulai hari ini. Mari kita lebih berhati-hati dalam berkata-kata, lebih tulus dalam melayani, dan lebih cepat bertobat saat berbuat dosa.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

19 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

6 days ago