Renungan Kitab Mazmur

Perenungan Mazmur 98 – Musik Seperti Apa?

Ada ayat yang mengajak kita untuk “Bermazmurlah bagi TUHAN dengan kecapi, dengan kecapi dan lagu yang nyaring, dengan nafiri dan sangkakala yang nyaring bersorak-soraklah di hadapan Raja, yakni TUHAN!” (Mazmur 98:5-6)

Berbicara mengenai nyanyian atau musik, apa tujuan musik dibuat? Lalu musik seperti apa yang seharusnya kita naikkan bagi TUHAN? Mari kita baca kutipan di bawah ini:

“Musik dibuat untuk melayani suatu maksud yang suci, untuk mengangkat pikiran kepada perkara-perkara yang suci, mulia, dan membawa kepada hal-hal yang lebih tinggi, dan untuk membangkitkan di dalam jiwa pengabdian serta rasa syukur kepada Allah. Betapa besarnya perbedaan antara kebiasaan di masa lalu dan penggunaan musik yang sekarang sering ditujukan! Betapa banyak orang yang menggunakan karunia ini untuk meninggikan diri, gantinya menggunakannya untuk memuliakan Allah! Kecintaan pada musik menuntun orang yang tidak waspada untuk menggabungkan diri dengan kumpulan orang yang cinta dunia dalam pertemuan kepelesiran di tempat yang dilarang Allah untuk dimasuki oleh anak-anak-Nya. Dengan demikian apa yang merupakan suatu berkat yang besar apabila digunakan dengan benar, menjadi salah satu alat yang paling berhasil yang mana Setan memalingkan pikiran dari tugas tanggung jawab dan dari merenungkan perkara-perkara yang kekal.”

Patriarchs and Prophets 594.2

Dari sini kita belajar:

Pertama, musik dibuat adalah untuk mengangkat pikiran pada perkara yang suci dan mulia, serta membangkitkan rasa syukur kepada Allah. Tetapi saat ini banyak musik yang dibuat untuk hiburan dan menyenangkan diri sendiri. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dengan musik yang kita dengarkan atau nyanyian yang kita nyanyikan.

Kedua, Setan bisa menggunakan musik untuk membuat kita berpaling dari Allah dan akhirnya membuat kita cinta akan dunia. Jadi, berhati-hatilah! Jangan mau ditipu oleh Setan.

Kiranya renungan pada hari ini boleh mengingatkan kita semua untuk mendengarkan atau menyanyikan musik yang benar yang mengangkat pikiran kita pada hal-hal yang suci dan mulia.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 4) – Tetap Bersukacita Meski Ditolak

Setelah pemberitaan Paulus di Antiokhia Pisidia, banyak orang tertarik mendengarkan firman Tuhan. Bahkan pada hari…

21 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 3) – Jangan Menyia-nyiakan Kesempatan

“Dari Perga mereka melanjutkan perjalanan mereka, lalu tiba di Antiokhia di Pisidia. Pada hari Sabat…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 2) – Jangan Menolak Terang Kebenaran

Setelah diutus, Paulus dan Barnabas mulai memberitakan Injil ke berbagai tempat. Dalam perjalanan itu, mereka…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 13 (Bagian 1) – Dipanggil untuk Pekerjaan Tuhan

Kisah Para Rasul pasal 13 menjadi titik penting dalam perjalanan pekabaran Injil. Di pasal inilah…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 3) – Ditinggikan atau Direndahkan?

Setelah peristiwa pembebasan Petrus, kisah beralih kepada Raja Herodes. Ia tampil di hadapan rakyat dengan…

6 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 2) – Ketika Tuhan Menjawab di Luar Dugaan

Mari kita lanjutkan Kisah Para Rasul pasal 12, ketika Petrus berada di dalam penjara. Situasinya…

7 days ago