Renungan Kitab Mazmur

Perenungan Mazmur 81 – Pentingnya Mendengar Suara TUHAN

Pasal ini masih mengingatkan kita semua untuk belajar dari pengalaman bangsa Israel. Ini adalah pasal yang baik untuk kita baca dan renungkan apakah saya juga seperti bangsa Israel yang dicatatkan di pasal ini?

Pada pasal ini berbicara mengenai TUHAN yang mengingatkan bangsa Israel untuk mendengarkan Dia dan mengingat bahwa Dialah yang menuntun mereka keluar dari Mesir. Tetapi apa respons mereka? Apakah mereka mau? Pemazmur mencatat, “Tetapi umat-Ku tidak mendengarkan suara-Ku, dan Israel tidak suka kepada-Ku.” (Mazmur 81:12)

Artinya bangsa Israel tidak mau atau tidak bersedia mendengarkan suara TUHAN. mereka tidak suka mendengar apa yang TUHAN katakan atau pun nasihatkan. Karena bangsa Israel tidak mau mendengarkan suara TUHAN, itulah sebabnya dicatatkan “… Aku membiarkan dia dalam kedegilan hatinya; biarlah mereka berjalan mengikuti rencananya sendiri!” (Mazmur 81:12)

Jika kita berjalan mengikuti rencana kita sendiri, kita akan terjerumus karena tidak mengikuti rencana Tuhan, tetapi “Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku! Sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan! Seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan terhadap para lawan mereka Aku balikkan tangan-Ku …. umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya.” (Mazmur 81:14-15, 17)

Jika kita mendengarkan suara TUHAN maka ada banyak hal yang TUHAN akan berikan pada kita seperti janji-Nya kepada bangsa Israel jika mereka mau mendengarkan-Nya. Selain Mazmur 81, ayat lain juga mencatat sehubungan dengan mendengarkan TUHAN dan menuruti segala jalan yang Ia sudah tunjukkan pada kita, maka kita akan:

  • beruntung dalam segala yang kaulakukan (1 Raja-raja 2:3)
  • diperpanjang umur kita (1 Raja-raja 3:14)
  • berbahagia (Mazmur 128:1)

Kiranya kita mau mendengarkan suara-Nya di dalam kehidupan kita agar berkat boleh menjadi bagian kita semua. Jadi, Dengarkan suara-Nya dan lakukanlah dengan setia, maka TUHAN akan selalu menjaga dan memelihara kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 2) – Lebih Berharga daripada Jabatan

“Sebab sebagai pengatur rumah Allah seorang penilik jemaat harus tidak bercacat...” Titus 1:7 Ketika Paulus…

24 hours ago

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

6 days ago