Renungan Kitab Mazmur

Perenungan Mazmur 74 – Sembahlah Sumber Berkat

Siapakah pemberi berkat bagi kehidupan kita? Bisa jadi saudara atau teman kita atau lainnya. Dan tentu saja kita akan bersyukur kepada si pemberi berkat, bukan?

Pertanyaannya bagi kita adalah “Apakah saya sudah bersyukur dan menyembah sumber berkat itu sendiri?”

Siapakah sumber berkat? Tentu saja Allah adalah sumber berkat. Berkat itu dititipkan dan diberikan kepada manusia untuk dikelola dengan baik dan menjadi berkat lagi bagi orang lain.

Jadi, janganlah kita menyembah manusia yang memberi berkat, tetapi sembahlah sumber berkat itu sendiri, yaitu Allah. Dialah pemilik segalanya. Itulah sebabnya pemazmur mencatat, “Punya-Mulah siang, punya-Mulah juga malam. Engkaulah yang menaruh benda penerang dan matahari. Engkaulah yang menetapkan segala batas bumi, musim kemarau dan musim hujan Engkaulah yang membuat-Nya.” (Mazmur 74:16-17)

Tentu saja tidak salah mencari uang dan ingin menjadi saluran berkat, tetapi ingatlah kutipan ini: “Uang tidak lebih bernilai daripada pasir, kecuali kalau digunakan untuk memenuhi keperluan hidup yang mendatangkan berkat atas orang lain, dan memajukan pekerjaan Kristus.” (My Life Today 116.4)

Kiranya kita bisa menyembah sumber berkat itu dan kita menjadi berkat untuk orang lain dan memajukan pekerjaan Kristus.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 5 (Bagian 3) – Jalan Masuk kepada Kasih Karunia

Setelah menjelaskan bahwa kita memiliki damai dengan Allah melalui Yesus Kristus, Paulus melanjutkan dalam Roma…

24 hours ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 2) – Damai dengan Allah

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa kita dibenarkan karena iman. Sekarang Paulus melanjutkan dengan menunjukkan…

2 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 1) – Dibenarkan karena Iman

Setelah menjelaskan tentang iman Abraham dalam Roma 4, Paulus melanjutkan dengan sebuah kesimpulan penting dalam…

3 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 6) – Hidup oleh Iman kepada Kristus

Paulus sudah menjelaskan bahwa Abraham dibenarkan karena iman, bukan karena perbuatan. Ia percaya kepada janji…

4 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 5) – Iman yang Diperhitungkan sebagai Kebenaran

Pengalaman Abraham bukan hanya untuk dikenang sebagai kisah masa lalu. Apa yang terjadi pada Abraham…

5 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 4) – Beriman Ketika Tidak Ada Harapan

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa janji Allah diterima melalui iman. Sekarang Paulus menunjukkan seperti…

6 days ago