Renungan Kitab Keluaran

Perenungan Keluaran 7 – Tulah Pertama

Bacalah kisah ini secara keseluruhan di pasal ini dan ada baiknya kita membaca mulai pasal pertama dari kitab Keluaran agar mengerti alurnya dengan baik. Karena kami hanya membagikan sedikit renungan dari setiap pasal.

Pada pasal ini, saya lebih tertarik membahas mengenai tulah pertama, yaitu air menjadi darah.

Mengapa tulah pertama adalah membuat air menjadi darah?

Kelimpahan air sungai Nil yang menjadi sumber makanan dan kekayaan Mesir, menyebabkan sungai itu disembah sebagai satu ilah dan setiap hari raja pergi ke sana untuk memujanya. Di tempat ini kembali kedua bersaudara itu mengulangi pekabaran itu kepadanya, dan kemudian mereka mengangkat tongkat itu ke atas dan memukulkannya ke atas air. Air sungai itu berubah menjadi darah, ikan-ikan mati dan sungai itu mengeluarkan bau busuk. Air yang ada di rumah-rumah, persediaan air yang ada di dalam bejana-bejana, semuanya berubah menjadi darah. Tetapi ‘segala tukang sihir Mesir berbuat demikian juga dengan mantranya,’ dan ‘Firaun berpaling dan pulanglah ke istananya, tiada menaruh perhatian akan hal ini.’ Tujuh hari lamanya kutuk ini berlangsung tetapi tidak mendatangkan pengaruh apa-apa.”

Patriarchs and Prophets 265.1

Sungai itu dianggap sebagai ilah karena merupakan sumber makanan dan kekayaan Mesir, tetapi lihatlah apa yang terjadi. Ketika Sungai itu menjadi darah, maka kita bisa melihat siapakah Allah yang lebih berkuasa. Bukan hanya air Sungai Nil yang menjadi darah, tetapi semua air orang Mesir berubah menjadi darah (baca ayat 19-21).

Dan yang menarik adalah para ahli Mesir juga melakukan hal yang demikian (baca ayat 22). Tetapi sebenarnya jika mereka ingin menunjukkan kehebatan dari para ahli orang Mesir, maka mereka seharusnya mengembalikan air yang menjadi darah kembali seperti semua. Tetapi nyatanya mereka tidak melakukan itu, malah melakukan hal yang sama yang tentu saja merugikan bangsa Mesir (baca ayat 24).

Dari sini kita bisa melihat bagaimana Allah kita adalah Allah yang hidup, yang berkuasa atas segala sesuatu yang Ia ciptakan karena Ia adalah Pencipta dan bukan ciptaan.

Oleh karena itu, “… sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air.” (Wahyu 14:7)

Kiranya dari kisah ini kita diingatkan bahwa kita harus menyembah Allah Pencipta, bukan allah ciptaan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 3 (Bagian 4) – Semua Membutuhkan Kasih Karunia

Setelah menjelaskan bahwa kebenaran Allah diterima melalui iman kepada Yesus Kristus, Paulus menunjukkan mengapa kasih…

21 hours ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 3) – Bukan karena Kebaikan Kita

Setelah menunjukkan bahwa tidak ada seorang pun yang benar dan semua manusia membutuhkan kasih karunia,…

2 days ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 2) – Tidak Ada Seorang Pun yang Benar

Setelah menjelaskan kesetiaan Allah, Paulus membawa kita melihat keadaan manusia. Ia berkata, “Tidak ada yang…

3 days ago

Perenungan Roma 3 (Bagian 1) – Kesetiaan Allah di Tengah Ketidaksetiaan Manusia

Hari ini kita akan mulai dengan sebuah pertanyaan: “Apakah ada keuntungan menjadi umat Allah?”  Paulus…

4 days ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 5) – Ibadah yang Berasal dari Hati

Di bagian akhir Roma 2, Paulus membawa kita kepada sebuah pemahaman penting tentang identitas rohani.…

5 days ago

Perenungan Roma 2 (Bagian 4) – Ketika Pengetahuan Tidak Sejalan dengan Kehidupan

Setelah mengingatkan kita bahwa bukan hanya mendengar firman, tetapi juga melakukannya, Paulus melanjutkan dengan teguran…

6 days ago