Renungan Kitab Hosea

Perenungan Hosea 14 – Tidak Menjadi Bagian 144.000

Pada bagian akhir dari Hosea pasal 14 ini, saya ingin memberikan dua pelajaran.

Pelajaran pertama, jika kita memperhatikan kitab Hosea ini dari awal hingga akhir, ada banyak kata “Efraim” yang disebutkan. Walau demikian, suku Efraim tidak dicatatkan di dalam 144.000 (perhatikan Wahyu 7:4-8). Suku ini tidak menjadi bagian 144.000. Ini menjadi Pelajaran bagi kita bahwa jika kita ingin menjadi bagian 144.000, maka jauhkanlah diri kita dari perbuatan-perbuatan seperti yang Efraim lakukan.

Pelajaran kedua, jika kita sudah berlaku fasik seperti Efraim atau bangsa Israel lainnya yang dicatatkan, bertobatlah. Mengapa karena pada pasal ini ada ajakan untuk bertobat. Artinya: selama pintu kasihan belum tertutup, ada kesempatan bagi kita untuk bertobat.

“Bertobatlah, hai Israel, kepada TUHAN, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu. Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: ‘Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami.’”

Hosea 14:2-3

Percayalah bahwa kita pasti akan diampuni jika kita sungguh-sungguh memohon ampun dan bertobat.

Ingatlah pada renungan Hosea pasal pertama, “Tema yang diangkat dalam kitab Hosea kebanyakan berbicara soal kasih Allah kepada anak-anak-Nya yang berdosa…. Teguran-teguran ini bukanlah suatu ancaman, tetapi adalah suatu pernyataan fakta, yang menunjukkan bahwa penghukuman selalu mengikuti perbuatan dosa. Namun, melalui semua tulisan-tulisannya Hosea menggambarkan kerinduan kasih Allah bagi umat-Nya yang tersesat. Buku ini berisi panggilan untuk bertobat dan pesan-pesan pengharapan kepada mereka yang berpaling pulang kepada Bapa mereka yang penuh kasih.” Nichol, Francis D.: The Seventh-day Adventist Bible Commentary : The Holy Bible With Exegetical and Expository Comment. Washington, D.C. : Review and Herald Publishing Association, 1978 (Commentary Reference Series), S. Ho 1:1

Itulah sebabnya tema pertobatan selalu diangkat! Dan kitab ini sangat baik untuk kita baca. Di penghujung kitab ini, ada sebuah nasihat yang diberikan kepada kita.

“Siapa yang bijaksana, biarlah ia memahami semuanya ini; siapa yang paham, biarlah ia mengetahuinya; sebab jalan-jalan TUHAN adalah lurus, dan orang benar menempuhnya, tetapi pemberontak tergelincir di situ.”

Hosea 14:10

Kiranya Pelajaran dari kitab Hosea ini boleh menjadi berkat dan teguran kasih bagi kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 7 (Bagian 5) – Hukum Taurat Itu Kudus dan Baik

“Jadi hukum Taurat adalah kudus, dan perintah itu juga adalah kudus, benar dan baik.” Roma…

19 hours ago

Perenungan Roma 7 (Bagian 4) – Dosa Mengambil Kesempatan

“Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia…

2 days ago

Perenungan Roma 7 (Bagian 3) – Hukum Taurat Menyatakan Dosa

Paulus mengajukan sebuah pertanyaan penting: apakah hukum Taurat itu dosa? Jawabannya tegas, “Sekali-kali tidak!”  “Jika…

3 days ago

Perenungan Roma 7 (Bagian 2) – Melayani dalam Keadaan yang Baru

“Tetapi sekarang kita telah dibebaskan dari hukum Taurat, sebab kita telah mati bagi dia, yang…

4 days ago

Perenungan Roma 7 (Bagian 1) – Menjadi Milik Kristus

Paulus memakai gambaran ikatan pernikahan untuk menjelaskan sesuatu tentang hubungan kita dengan hukum Taurat (Roma…

5 days ago

Perenungan Roma 6 (Bagian 9) – Upah Dosa dan Karunia Allah

“Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus,…

6 days ago