Renungan Kitab 2 Tawarikh

Perenungan 2 Tawarikh 10 – Nasihat

Pasal ini mengalihkan fokus kita dari masa kejayaan Salomo ke awal perpecahan bangsa Israel. Di sinilah muncul Rehabeam, anak Salomo, dan keputusan yang diambilnya yang membawa dampak besar bagi sejarah Israel. Pasal ini penuh dengan pelajaran tentang kepemimpinan, hikmat, dan pentingnya mendengarkan nasihat yang benar.

Diawali dengan permintaan orang Israel kepada Rehabeam, “Ayahmu telah memberatkan tanggungan kami, maka sekarang ringankanlah pekerjaan yang sukar yang dibebankan ayahmu dan tanggungan yang berat yang dipikulkannya kepada kami, supaya kami menjadi hambamu.” (2 Tawarikh 10:4)

Lalu apa yang dilakukan Rehabeam?

Rehabeam berkonsultasi dengan dua kelompok, yaitu tua-tua yang berhikmat dan teman-temannya yang sebaya. Sayangnya, dia mengabaikan nasihat bijak dan mengikuti dorongan arogan dari teman-temannya (baca kisah lengkapnya pada ayat 6-14).

“Dimegahkan oleh hari depannya untuk memegang otoritas tertinggi pemerintahan, Rehabeam memutuskan untuk mengabaikan nasihat orang tua-tua dalam kerajaannya, dan menjadikan orang-orang muda sebagai penasihatnya.”

Prophets and Kings 89.4

Dari sini kita belajar bahwa di dalam mengambil keputusan, kita harus berhati-hati dan berdoa dengan sungguh-sungguh agar kita tahu nasihat siapa yang seharusnya kita dengarkan. Mintalah tuntunan Tuhan di dalam setiap keputusan yang akan kita ambil.

Kiranya renungan ini boleh memberkati kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

5 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

5 days ago