Renungan Kitab 2 Samuel

Perenungan 2 Samuel 7 – Keputusan Tuhan

Bagaimana respons kita ketika kita merencanakan sesuatu pekerjaan yang besar, tetapi ternyata Tuhan tidak mengizinkan dan bahkan akan menyerahkan pekerjaan besar ini pada orang lain? Mari kita ikuti renungan hari ini.

Ada sebuah pelajaran menarik dari pasal ini yang bisa kita ambil ketika Daud ingin membangun rumah TUHAN, ternyata Tuhan tidak mengizinkannya dan akan menyerahkan pekerjaan besar ini kepada keturunannya. Mari kita baca penjelasan dari pena inspirasi.

“Daud mengetahui bahwa akan menjadi satu kehormatan kepada namanya dan akan mendatangkan kemuliaan kepada pemerintahannya untuk melaksanakan pekerjaan yang telah direncanakannya di dalam hatinya, tetapi ia sedia menyerahkan kehendaknya kepada kehendak Allah.”

Patriarchs and Prophets 712.4

“Penyerahan yang disertai dengan rasa syukur yang dinyatakan seperti itu jarang terlihat, sekalipun di antara orang Kristen. Betapa seringnya mereka yang telah melewati batas kekuatan manusia berpegang kepada harapan untuk melaksanakan suatu pekerjaan yang besar yang telah direncanakan di dalam hatinya, tetapi untuk mana mereka tidak pantas lagi untuk melakukannya! Pimpinan Allah boleh jadi berbicara kepada mereka, sebagaimana nabi-Nya kepada Daud, menyatakan bahwa pekerjaan yang mereka ingini itu tidaklah diserahkan kepada mereka. Bagian merekalah untuk mengadakan persiapan bagi orang lain, untuk melaksanakannya.”

Patriarchs and Prophets 712.4

“Banyak yang berpegang dengan segenap tenaganya kepada tanggung jawab yang tidak sanggup mereka tanggung, dan dengan sia-sia berusaha untuk melaksanakan satu tugas untuk mana mereka tidak mampu, sementara perkara yang mereka sanggup lakukan diabaikan begitu saja. Dan oleh sebab adanya kurang kerja sama seperti ini di pihak mereka, maka pekerjaan yang lebih besar telah terhalang atau terbengkalai.”

Patriarchs and Prophets 712.4

Jadi, marilah kita serahkan seluruh kehendak kita kepada Tuhan dengan rasa syukur. Sehingga apa pun yang menjadi keputusan Tuhan dalam hidup kita, kita akan menerimanya dengan penuh sukacita dan syukur karena percaya bahwa keputusan Tuhan adalah yang terbaik dalam hidup kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 4 (Bagian 5) – Iman yang Diperhitungkan sebagai Kebenaran

Pengalaman Abraham bukan hanya untuk dikenang sebagai kisah masa lalu. Apa yang terjadi pada Abraham…

17 hours ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 4) – Beriman Ketika Tidak Ada Harapan

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa janji Allah diterima melalui iman. Sekarang Paulus menunjukkan seperti…

2 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 3) – Janji Diterima melalui Iman

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa Abraham menerima tanda sunat setelah ia dibenarkan melalui iman.…

3 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 2) – Iman Sebelum Tanda

Jika pada bagian sebelumnya kita melihat bahwa Abraham dibenarkan karena iman, sekarang Paulus melanjutkan dengan…

4 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 1) – Abraham Dibenarkan karena Iman

Setelah dalam Roma 3 Paulus menjelaskan bahwa manusia dibenarkan karena iman dan bukan karena melakukan…

5 days ago

Perenungan Roma 4 (Bagian 6) – Hidup oleh Iman kepada Kristus

Paulus sudah menjelaskan bahwa Abraham dibenarkan karena iman, bukan karena perbuatan. Ia percaya kepada janji…

5 days ago