Renungan Kitab 2 Raja-Raja

Perenungan 2 Raja-raja 5 – Apakah Iman dan Percaya itu Sama?

Pasal ini terdapat sebuah kisah yang terkenal, yaitu Naaman sembuh dari penyakit kusta.

Nama Naaman juga di tulis di kitab Perjanjian Baru.

Pada zaman itu, kusta adalah penyakit yang mematikan dan tidak dapat disembuhkan, tetapi Naaman bisa sembuh dari penyakit ini. Mengapa? Baca kisah lengkapnya di pasal ini.

Naaman bisa mendapatkan kesembuhan karena ia beriman. Beriman itu bukan hanya percaya kepada Tuhan, tetapi juga melakukan apa yang disuruh oleh Tuhan. Begitu juga dengan Naaman, walaupun di awal ia tidak mau ke Sungai Yordan, tetapi pada akhirnya ia pergi ke Sungai Yordan dan membenamkan diri di sungai tersebut sebanyak 7 kali sesuai yang disuruh oleh nabi Elisa. Dan akhirnya ia mendapatkan kesembuhan.

“Berabad-abad lamanya setelah Naaman kembali ke rumahnya di Aram, dengan tubuh yang disembuhkan dan roh yang bertobat, imannya yang luar biasa telah dikutip dihargai oleh Juruselamat sebagai suatu tujuan pelajaran bagi semua orang yang menyatakan berbakti kepada Allah.”

Prophets and Kings 252.4

Jadi, salah satu yang kita bisa pelajari dari kisah Naaman adalah imannya. Apakah iman dan percaya itu sama atau berbeda?

“Dari mimbar hari ini, kata-kata ini diucapkan: ’Percaya, hanya percaya. Berimanlah kepada Kristus’ Bagaimanakah hal ini berbeda dengan apa yang dikatakan oleh rasul yang mengatakan bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati. Ia berkata, ‘Tetapi hendaklah kamu menjadi pelaku firman dan bukan hanya pendengar saja; sebab jika tidak demikian kamu menipu diri sendiri’ Yakobus 1:22. Kita harus memiliki iman yang bekerja karena kasih dan menyucikan jiwa. Banyak orang mencari pengganti dari iman palsu bagi kebenaran yang hidup dan berpikir untuk mendapatkan penebusan.”

Faith and Works 89.2

Jadi, iman itu bukan hanya percaya, tetapi ada tindakan nyata yang dilakukan. Oleh karena itu, marilah kita hidup dengan memiliki iman yang teguh. Ingatlah bahwa “… ‘Orang yang benar akan hidup oleh iman.’” (Galatia 3:11)

Kiranya renungan hari ini boleh memberkati kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

7 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 1) – Kasih yang Dinyatakan Melalui Orang yang Tidak Kita Duga

Setelah selamat dari badai yang dahsyat, Paulus dan seluruh penumpang kapal akhirnya tiba di sebuah…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 8) – Tuhan Setia Menepati Janji-Nya

Setelah berhari-hari diterpa badai, akhirnya kapal itu mendekati daratan. Para awak kapal berusaha mengarahkan kapal…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 7) – Bersyukur di Tengah Badai

Sudah empat belas hari mereka terombang-ambing di tengah badai. Mereka hampir tidak makan karena rasa…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 6) – Ketaatan

Tuhan telah memberikan janji melalui Paulus bahwa tidak seorang pun di kapal itu akan binasa.…

5 days ago