Renungan Kitab 2 Raja-Raja

Perenungan 2 Raja-raja 22 – Berjaga-Jaga

Pada masa pemerintahan Yosia, ditemukan “… kitab Taurat itu di rumah TUHAN! ….” (2 Raja-raja 22:8)

“Adalah dengan pemeliharaan peraturan-peraturan yang dicatat oleh Musa, teristimewa yang tercantum dalam buku perjanjian yang berbentuk satu bagian dalam buku Ulangan, yang membuat pemerintahan Hizkia begitu makmur. Tetapi Manasye telah berani menyampingkan peraturan-peraturan ini; dan selama pemerintahannya salinan kitab undang-undang di bait suci, dengan jalan dilalaikan telah hilang. Dengan demikian selama bertahun-tahun orang banyak para umumnya kehilangan nasihat-nasihat dari kitab itu.”

Prophets and Kings 392.2

Apa respon raja ketika mendengar kitab Taurat itu dibacakan?

Yosia sangat tergugah ketika ia mendengar kitab itu dibaca untuk pertama kali yang berisi nasihat-nasihat dan amaran yang tercatat di dalam naskah yang sudah tua ini. Belum pernah ia menyadari dengan begitu sepenuhnya keterangan yang jelas yang telah dibentangkan Allah di hadapan Israel “Kehidupan dan kematian, berkat dan kutuk” (Ulangan 30:19); dan berapa banyak kali diulang-ulangi mereka telah diberi dorongan untuk memilih jalan kehidupan, supaya mereka menjadi suatu kepujian di bumi, suatu berkat kepada segala bangsa.” (Prophets and Kings 393.3)

Pada ayat 11 dicatatkan respon raja adalah “Segera sesudah raja mendengar perkataan kitab Taurat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya.” (2 Raja-raja 22:11)

Mengapa demikian? Karena dari bacaan itu “… mengungkapkan kepada Yosia kasih Allah bagi umat-Nya dan kebencian-Nya terhadap dosa. Ketika raja itu membaca nubuatan-nubuatan mengenai pehukuman yang segera akan terjadi kepada mereka yang tetap melakukan pelanggaran, maka ia gemetar memikirkan masa yang akan datang. Sifat suka melawan Yehuda begitu besar; apakah yang akan menjadi akibat kemurtadan yang berkesinambungan?” (Prophets and Kings 396.1)

Yosia melihat dan mengetahui bahwa nubuatan tentang pehukuman ini bisa menimpa Yehuda karena memang mereka melanggar perintah Tuhan. Tetapi yang harus disyukuri adalah pehukuman ini tidak terjadi tiba-tiba tanpa peringatan, tetapi ada peringatan yang diberikan terlebih dahulu.

Tak Heran Alkitab mencatat, “Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi.” (Amos 3:7)

Jadi, dari sini kita diingatkan bahwa di dalam firman Tuhan bukan hanya ada nasihat atau penghiburan, tetapi ada juga nubuatan akan pehukuman. Kita harus belajar juga mengenai nubuatan (mengenai masa depan) yang dicatatkan di Alkitab agar kita bisa berjaga-jaga. Percayalah bahwa Tuhan sudah beritahukan terlebih dahulu apa yang akan terjadi di masa depan. Oleh “Karena itu berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang.” (Matius 24:42)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

 

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 5 (Bagian 16) – Kasih Karunia Membawa kepada Hidup

“Supaya, sama seperti dosa berkuasa dalam alam maut, demikian kasih karunia akan berkuasa oleh kebenaran…

18 hours ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 15) – Hukum Taurat dan Kasih Karunia

“Tetapi hukum Taurat ditambahkan, supaya pelanggaran menjadi semakin banyak; dan di mana dosa bertambah banyak,…

2 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 14) – Ketaatan Membawa Kehidupan

“Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula…

3 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 13) – Siapa yang Menguasai Hidup Kita?

“... maka lebih benar lagi mereka, yang telah menerima kelimpahan kasih karunia dan anugerah kebenaran,…

4 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 12) – Karunia yang Jauh Lebih Besar

Kemarin kita sudah membahas Paulus membandingkan Adam dan Kristus. Melalui Adam, dosa masuk dan membawa…

5 days ago

Perenungan Roma 5 (Bagian 11) – Melalui Satu Orang

“Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh…

6 days ago