Renungan Kitab 2 Raja-Raja

Perenungan 2 Raja-raja 2 – Kebaikan Ada Batasnya

Kebaikan yang ditunjukkan haruslah digunakan dengan bijaksana. Jangan sampai apa yang namanya “kebaikan” itu malah membuat Tuhan tidak dihormati atau menjerumuskan orang lain ke dalam jurang kematian.

Sekarang mari kita ikuti kisah Elisa yang dicemooh.

Apa respons dari nabi Elisa? Apakah ia membiarkan saja dirinya dicemooh atau ada tindakan lainnya yang ia lakukan? Mari kita baca ayat selanjutnya.

Apakah perbuatan ini dibenarkan?

“Mendengar kata-kata cemoohan mereka, nabi itu menoleh dan dengan ilham Yang Mahakuasa ia mendatangkan kutuk ke atas mereka. Hukuman yang hebat itu datangnya dari Allah.”

Prophets and Kings 235.2

“Seandainya Elisa membiarkan cemoohan itu berlalu tanpa digubris, maka ia akan terus menerus diejek dan dihina oleh orang-orang yang tak tahu diri, dan pekerjaannya untuk memberi pengarahan dan menyelamatkan di saat bahaya nasional yang besar mungkin akan gagal. Satu contoh kekerasan yang mengerikan ini sudah cukup membuat ia dihormati seumur hidupnya.”

Prophets and Kings 236.1

“Kebaikan pun harus ada batasnya. Otoritas harus dipertahankan dengan sikap tegas, atau otoritas akan diterima oleh banyak orang dengan cemoohan dan penghinaan.”

Prophets and Kings 236.2

“Apa yang disebut kelemahlembutan, bujukan dan pemanjaan, yang ditunjukkan oleh orang tua dan para pengasuh kepada anak-anak muda, adalah salah satu kejahatan terburuk yang dapat menimpa mereka. Dalam setiap keluarga, ketegasan, keputusan, tuntutan-tuntutan yang baik, adalah penting.”

Prophets and Kings 236.2

Jadi, belajarlah menjadi orang yang baik, tetapi juga tegas. Ikuti semua yang Tuhan perintahkan dan juga tanyakan kepada Tuhan apa yang harus kita jawab atau lakukan ketika kita menghadapi suatu situasi yang sulit untuk memutuskan sesuatu.

Kiranya renungan ini boleh memberkati kita semua.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

11 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 1) – Kasih yang Dinyatakan Melalui Orang yang Tidak Kita Duga

Setelah selamat dari badai yang dahsyat, Paulus dan seluruh penumpang kapal akhirnya tiba di sebuah…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 8) – Tuhan Setia Menepati Janji-Nya

Setelah berhari-hari diterpa badai, akhirnya kapal itu mendekati daratan. Para awak kapal berusaha mengarahkan kapal…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 7) – Bersyukur di Tengah Badai

Sudah empat belas hari mereka terombang-ambing di tengah badai. Mereka hampir tidak makan karena rasa…

5 days ago