Renungan Kitab 1 Samuel

Perenungan 1 Samuel 4 – Kita Bisa Melihat Keajaiban Ketika Kita…

Renungan kita hari ini lebih panjang dari pada biasanya. Jadi luangkan waktu untuk membacanya.

Ini adalah kisah mengenai tabut perjanjian yang dirampas oleh orang Filistin. Jika kita membaca kisahnya, maka ada hal menarik yang perlu kita perhatikan.

Saya tertarik dengan tabut perjanjian. Memang tabut perjanjian itu membawa banyak keajaiban bagi bangsa Israel. Apa saja contohnya? Saya akan membagikan dua contoh.

Pertama, ketika bangsa Israel menyeberangi sungai Yordan. Air sungai itu terputus ketika kaki para imam yang mengangkut tabut perjanjian itu masuk ke dalam air sungai Yordan (Yosua 3).

Kedua, ketika bangsa Israel mengelilingi kota Yerikho sambil membawa tabut perjanjian dan sesuai aturan lainnya, maka tembok kota itu runtuh (Yosua 6).

Karena ada banyak keajaiban terjadi, maka pada kisah ini pun bangsa Israel mengandalkan tabut perjanjian.

Mereka yakin bahwa tabut perjanjian akan membawa kemenangan bagi mereka. Tetapi benarkah demikian? Mari kita baca ayat selanjutnya.

Bangsa Israel mengalami kekalahan. Mengapa? Apakah tabut perjanjian tidak lagi berfungsi seperti pada zaman Yosua? Ataukah ada hal lainnya?

Bangsa Israel melihat tabut perjanjian seperti jimat kemenangan. Padahal bukan benda itu yang menyelamatkan atau memberi kemenangan kepada mereka, tetapi Tuhan yang mereka sembahlah yang akan menyelamatkan dan memberikan kemenangan.

Pena inspirasi mencatat, “Mereka memandang kepada tabut itu seperti bangsa-bangsa penyembah berhala memandang kepada dewa-dewa mereka, seolah-olah benda itu, di dalam dirinya sendiri, memiliki unsur-unsur kuasa dan keselamatan. Mereka melanggar hukum yang terdapat di dalamnya; karena perbaktian mereka terhadap tabut itu sendiri telah menuntun mereka kepada perbaktian secara rupa saja, kepada sifat munafik, dan penyembahan berhala. Dosa mereka telah memisahkan mereka dari Allah, dan Ia tidak dapat memberikan kepada mereka kemenangan sebelum mereka bertobat dan meninggalkan dosa mereka.” (Patriarchs and Prophets 584.2)

Jadi, jika kita ingin melihat keajaiban Tuhan dalam hidup kita, maka kita harus percaya dan menuruti semua aturan yang Tuhan sudah berikan kepada kita. Sama seperti dua contoh di Yosua 3 dan 6. Mereka semua merasakan keajaiban dan juga kemenangan karena mereka menurut pada apa yang Tuhan suruh.

Sama seperti kisah Naaman yang sembuh dari kusta. Ada kesembuhan terjadi ketika ia menurut aturan Tuhan untuk mandi 7x di Sungai Yordan. Jika Naaman tidak mandi di Sungai Yordan atau tidak melakukan 7x, maka ia tidak akan bisa melihat keajaiban kesembuhan dirinya.

Jadi, marilah kita belajar untuk menurut kepada semua perintah Tuhan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 2) – Jangan Diam

Di Korintus, pelayanan Paulus tidak selalu berjalan mudah. Ketika ia memberitakan Injil, sebagian orang mulai…

12 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 3) – Religius Belum Tentu Mengenal Tuhan

Setelah meninggalkan Berea, Paulus tiba di Atena, sebuah kota yang penuh dengan filsafat, budaya, dan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 2) – Kebenaran Tidak Dapat Dihentikan

Setelah banyak orang di Berea menerima firman Tuhan, kabar itu sampai kepada orang-orang Yahudi di…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 1) – Belajar Seperti Orang Berea

Dalam perjalanan pelayanannya, Paulus dan Silas tiba di Tesalonika lalu memberitakan Injil di rumah ibadat…

5 days ago