Baca atau dengarkan kisah lengkapnya untuk mengetahui jalan ceritanya. Intinya ini adalah kisah peralihan kepemimpinan dari Raja Daud ke Salomo, walaupun ada sedikit masalah yang terjadi, yaitu salah satu anak Daud mencoba merebut takhta tanpa izin.
“Lalu Adonia, anak Hagit, meninggikan diri dengan berkata: ‘Aku ini mau menjadi raja.’ Ia melengkapi dirinya dengan kereta-kereta dan orang-orang berkuda serta lima puluh orang yang berlari di depannya.”
1 Raja-raja 1:5
Tetapi hal itu tidak terjadi karena yang menjadi raja adalah Salomo.
“Zadok telah membawa tabung tanduk berisi minyak dari dalam kemah, lalu diurapinya Salomo. Kemudian sangkakala ditiup, dan seluruh rakyat berseru: ‘Hidup raja Salomo!’”
1 Raja-raja 1:39
“Salomo diurapi dan diumumkan sebagai raja pada tahun-tahun terakhir dari ayahandanya Daud, yang dengan senang hati menyerahkan takhta kerajaannya. Permulaan kehidupannya semarak oleh perjanjian dan adalah maksud Allah agar ia maju makin lama makin bertambah kuat dari kemuliaan kepada kemuliaan, senantiasa mendekati kesamaan sifat-sifat Allah, dan dengan demikian memberi ilham kepada umat-umat-Nya untuk memenuhi kepercayaan mereka yang kudus sebagai penjaga-penjaga kebenaran Ilahi.”
Prophets and Kings 25.2
Dari sini, saya belajar janganlah meninggikan diri atau sombong seperti Adonia, tetapi belajarlah dari Salomo muda.
Mari kita belajar seperti Raja Salomo muda.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin