Renungan

Fakta Menakjubkan Tentang Lidah

Shalom, selamat Sabat!

Tahukah Anda bahwa hampir seluruh bagian dari lidah adalah otot? Di dalam sebuah lidah ada serat otot yang ada secara vertikal, melintang, dan membujur—memberikan jarak yang luas untuk gerakan. Sebagai hasilnya, lidah memiliki kemampuan untuk bergerak secara tepat, rumit, dan luas.

Lidah juga memiliki banyak tanggung jawab penting yang biasanya kita abaikan. Sebagai contoh, lidah itu dibutuhkan untuk berbicara—tidak peduli bahasa apa yang kita ucapkan. Tanpa sebuah lidah, tidak akan ada percakapan, nyanyian, dan siulan.

Lidah juga penting saat kita makan. Bagian yang atas ditutupi dengan benjolan-benjolan kecil yang disebut papilla, yang memberikan tekstur yang kasar. Design ini membantu lidah untuk menggerakkan makanan di dalam mulut dan mengarahkan ke bagian leher kita. Tanpa lidah, kita harus mengarahkan badan kita ke belakangan untuk menelan makanan.

Lidah juga adalah sumber dari salah satu panca indera favorit kita—rasa! Lidah memiliki sekitar 10.000 perasa yang sensitif terhadap rasa manis, asam, asin, dan pahit. Unsur kimiawi dari makanan yang kita makan merangsang reseptor dari seluruh area ini, dan saraf mengirimkan pesan ini kepada otak.

Hidup akan menjadi tumpul tanpa lidah. Bayangkan makanan tanpa rasa! Tetapi kita juga harus berhati-hati dalam menggunakan karya Tuhan yang luar biasa ini, karena Alkitab telah memperingatkan kita bahwa “hidup dan mati dikuasai lidah” (Amsal 18:21). Apa artinya?

Pertama, seperti yang telah dituliskan di atas, kita dapat berbicara karena kita memiliki lidah. Pembicaraan bagaimana yang keluar dari mulut kita? Apakah gosip, ejekan, ketidakjujuran, fitnahan? Ataukah kata-kata yang membangun dan menguatkan? Mari kita renungan perkataan kita yang sering keluar akhir-akhir ini—apakah perkataan yang memberikan kehidupan atau kematian?

Terlebih dari itu, karena kita sekarang hidup di zaman yang serba online, lidah dan mulut kita “berpindah” pada jari-jari kita. Apa yang kita tulis di chat, apa yang kita tulis di status, itu menjadi perpanjangan dari lidah dan mulut kita. Untuk itu, mari kita juga renungkan, pesan apa yang saya kirim ke keluarga dan teman? Status apa yang saya tampilkan di media sosial? Apakah itu yang membangun atau menjatuhkan kerohanian?

Kedua, lidah kita juga sangat berperan penting saat kita makan. Makanan apakah yang kita makan? Apakah makanan yang memberikan kehidupan? Atau makanan yang dapat membawa penyakit, bahkan penyakit yang mematikan?

Ingatlah, saat “engkau makan atau jika engkau minum, atau jika engkau melakukan sesuatu yang lain, lakukanlah semuanya itu untuk kemuliaan Allah” (1 Korintus 10:31).

Untuk itu, marilah kita meminta pertolongan Tuhan untuk menggunakan lidah kita untuk sesuatu yang membangun dan memberikan kehidupan dalam kerohanian kita semua.

Selamat Sabat dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 8 (Bagian 9) – Roh Kudus Menolong dalam Kelemahan Kita

“Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus…

9 hours ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 8) – Menantikan Penebusan dengan Tekun

“Dan bukan hanya mereka saja, tetapi kita yang telah menerima karunia sulung Roh, kita juga…

1 day ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 7) – Dua Pengkhotbah

Renungan hari ini panjang. Pastikan Anda menyediakan waktu khusus untuk membaca sedikit lebih lama dari…

2 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 6) – Penderitaan Sekarang dan Kemuliaan yang Akan Datang

“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan…

3 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 5) – Anak-Anak Allah

“Sebab kamu tidak menerima roh perbudakan yang membuat kamu menjadi takut lagi, tetapi kamu telah…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 4) – Mematikan Perbuatan Daging

“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan…

5 days ago