Renungan

Betapa Teguhnya

Ada sebuah lagu yang berjudul “Betapa Teguhnya” dengan lirik lagu pada ayat pertama yang berbunyi demikian:

Betapa teguhnya, hai umat Tuhan
Dasar imanmu pada Sabda Allah
Janji-Nya tetap dan tak akan lalu
Yang datang pada-Nya dilindung tentu
Yang datang pada-Nya dilindung tentu

Ini adalah sebuah lagu yang mengingatkan kita untuk tetap berpegang teguh pada iman Kristus. Kita harus percaya kepada setiap janji-janji Tuhan yang ada di dalam firman-Nya karena pemazmur berkata, “Janji TUHAN adalah janji yang murni, bagaikan perak yang teruji, tujuh kali dimurnikan dalam dapur peleburan di tanah.” (Mazmur 12:7)

Sebenarnya, iman itu sederhana yaitu kita percaya kepada setiap perkataan Tuhan (setiap janji-Nya maupun perintah-Nya) dan kita melakukannya.

Contohnya saat Tuhan berkata, “Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! Tidak untuk selama-lamanya dibiarkan-Nya orang benar itu goyah.” (Mazmur 55:23); Pertanyaannya: “Apakah saya percaya dengan firman Tuhan itu? Ataukah saat saya memiliki masalah, saya lebih mengandalkan manusia dan menyerahkan segala kekuatiran kita kepada manusia?”

Contoh lainnya adalah saat Tuhan memberikan perintah, “Janganlah engkau memakan sesuatu yang merupakan kekejian. Inilah binatang-binatang berkaki empat yang boleh kamu makan: lembu, domba dan kambing;” (Ulangan 14:3-4); Pertanyaannya: “Apakah saya menuruti perintah-Nya? Ataukah saya tetap akan makan sesuatu yang dilarang oleh Tuhan?”

Sebenarnya ada begitu banyak janji-janji dan perintah-perintah Tuhan di dalam Alkitab yang kita bisa baca dan temukan sendiri. Tetapi pertanyaannya adalah “Apakah kita mempercayai setiap firman Tuhan? Apakah saya akan menurutinya?” Jawablah pertanyaan itu dalam hati kita masing-masing.

Kiranya renungan kita pada hari Sabat ini boleh mengingatkan kita untuk selalu berpegang teguh pada iman Kristus dan juga percayalah kepada semua firman-Nya serta melakukannya.

Selamat Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

23 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

6 days ago