Renungan

Berkat Hari Sabat

Selamat Sabat!

Apakah kamu tahu? Ada sebuah kalimat yang hampir selalu muncul setelah Allah selesai menciptakan. Apakah itu? Yaitu “Allah melihat bahwa semuanya itu baik.” Tetapi ada sebuah kalimat yang hanya muncul pada hari itu saja. Ada satu hari yang sangat spesial karena kalimat itu hanya muncul pada hari tersebut. Kira-kira hari apakah itu? Kalimat apakah itu?

Nah, kalimat yang spesial itu muncul di hari yang spesial juga, yaitu hari Sabat, hari ketujuh.

Hari apakah hari ketujuh? Hari ketujuh adalah hari Sabat yang adalah hari Sabtu. Benarkah hari Sabat adalah hari Sabtu? Kita semua tahu bukan bahwa Yesus bangkit pada hari Minggu? Jadi, penjelasan singkatnya adalah Yesus bangkit pada hari Minggu, di mana Alkitab mencatat hari Minggu adalah “hari pertama minggu itu” (Markus 16:9) dan dalam Bahasa Inggrisnya, “the first day of the week” yang artinya dalam satu minggu, hari pertamanya adalah hari Minggu.

Jika hari pertama dalam satu minggu adalah hari Minggu, berarti hari ketujuh jatuh pada hari Sabtu, yang adalah hari Sabat.

Jadi, apa yang spesial dengan hari Sabat?

Alkitab mencatat, “Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu.” (Kejadian 2:3)

Dari sini kita belajar bahwa hanya hari Sabat inilah Tuhan memberkati dan menguduskannya. Jadi, ada berkat khusus yang Tuhan berikan kepada kita semua di hari Sabat ini. Apa saja berkat-berkatnya?

“Apabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudus-Ku; apabila engkau menyebutkan hari Sabat ‘hari kenikmatan’, dan hari kudus TUHAN ‘hari yang mulia’; apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan segala acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, maka engkau akan bersenang-senang karena TUHAN, dan Aku akan membuat engkau melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan; Aku akan memberi makan engkau dari milik pusaka Yakub, bapa leluhurmu, sebab mulut TUHANlah yang mengatakannya.”

Yesaya 58:13-14

Sebuah janji Tuhan yang begitu indah, yaitu kita akan bersenang-senang karena Tuhan, melintasi puncak bukit-bukit di bumi dengan kendaraan kemenangan, dan makan dari milik pusaka Yakub.

Selain itu, ada berkat pemulihan yang akan kita rasakan pada hari Sabat dan berkat-berkat lainnya jika kita sungguh-sungguh menghormati hari Sabat seperti yang tertulis di dalam Yesaya 58.

Kiranya berkat Sabat menjadi bagian kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

19 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 2) – Tetap Melayani di Tengah Tantangan

Setelah tiba di Pulau Malta, Paulus bukan hanya berdiam diri menikmati kehangatan api yang telah…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 1) – Kasih yang Dinyatakan Melalui Orang yang Tidak Kita Duga

Setelah selamat dari badai yang dahsyat, Paulus dan seluruh penumpang kapal akhirnya tiba di sebuah…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 27 (Bagian 8) – Tuhan Setia Menepati Janji-Nya

Setelah berhari-hari diterpa badai, akhirnya kapal itu mendekati daratan. Para awak kapal berusaha mengarahkan kapal…

6 days ago