Seri Telekomunikasi

Seri Telekomunikasi Part 6 – Pesan Kode Morse Pertama yang Dikirim

Selamat Sabat!

Sabat lalu kita sudah belajar mengenai telegraf dan bagaimana penemuan Samuel Morse ini sangat berguna. Hari ini saya ingin memulai renungan ini dengan sebuah pertanyaan, apakah kita pernah mendengar tentang sandi morse?

Jika kita pernah mendengar, Samuel Morse inilah yang menciptakan kode Morse dengan mengandalkan titik-titik dan garis listrik untuk membuat abjadnya. Dalam kode morse, SOS, diawali dengan tiga ketukan pendek (atau ‘titik’) untuk ‘S’ dan diikuti tiga ‘garis’ yang lebih panjang untuk ‘O,’ lalu diikuti tiga ‘titik’ pendek untuk ‘S’ lagi.

Titik dan garis ketukan ini diketukkan oleh pengirim telegraf, dikirimkan secara listrik sepanjang kawat telegraf dan ditangkap oleh penerima dengan headphone-nya.

Lalu apakah kalian tahu apa pesan pertama di dunia yang dikirimkan oleh Morse?

Pesan kode morse pertama di dunia dengan telegraf dikirim tanggal 24 Mei 1844 oleh Morse sendiri yang bunyinya “What hath God wrought!” atau “Apa yang telah Allah lakukan!”

Apakah kamu tahu bahwa pesan pertama yang dikirimkan oleh Morse itu diambil dari Alkitab berdasarkan usulan Annie Ellsworth, istri Komisaris Kantor Paten AS Henry Leavitt Ellsworth, yang merupakan sahabat Morse. 

Kalimat itu diambil dari Bilangan 23:23 yang berbunyi: “Sebab tidak ada mantera yang dapat melawan Yakub, ataupun tenungan yang dapat melawan Israel. Pada waktunya, akan dikatakan kepada Yakub dan Israel: Apa yang telah Elohim lakukan!” (Bilangan 23:23 – ILT3)

Mengapa kalimat ini yang dipilih? Karena kalimat “Apa yang telah Allah lakukan!” adalah sebuah ekspresi ucapan syukur atas segala sesuatu yang telah Tuhan sudah lakukan dalam kehidupan mereka sehingga bisa membuat telegraf yang berguna bagi banyak orang.

Itulah sebabnya janganlah kita putus asa tapi ingatlah bahwa, “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita.” (Efesus 3:20)

Percayalah kepada Tuhan dan lihatlah bagaimana Tuhan melakukan jauh lebih banyak dari apa yang kita doakan atau pikirkan di dalam kehidupan kita.

Selamat Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 18 (Bagian 1) – Menjadi Saksi

Setelah meninggalkan Atena, Paulus tiba di Korintus. Di sana ia bertemu dengan sepasang suami istri,…

22 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 4) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Setelah Paulus menjelaskan tentang Allah yang benar di Atena, ia mulai berbicara tentang pertobatan dan…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 3) – Religius Belum Tentu Mengenal Tuhan

Setelah meninggalkan Berea, Paulus tiba di Atena, sebuah kota yang penuh dengan filsafat, budaya, dan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 2) – Kebenaran Tidak Dapat Dihentikan

Setelah banyak orang di Berea menerima firman Tuhan, kabar itu sampai kepada orang-orang Yahudi di…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 17 (Bagian 1) – Belajar Seperti Orang Berea

Dalam perjalanan pelayanannya, Paulus dan Silas tiba di Tesalonika lalu memberitakan Injil di rumah ibadat…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 16 (Bagian 4) – Pertolongan Tuhan Tidak Pernah Terlambat

Setelah gempa bumi terjadi dan kepala penjara bertobat, keadaan mulai berubah bagi Paulus dan Silas.…

6 days ago