Seri Sebuah Jalan

Sebuah Jalan (Bagian 2) – “Aku tidak tahu dari mana kamu datang”

Hari ini kita akan membahas pertanyaan kemarin, “Jika hanya ada satu jalan yaitu melalui Kristus … Apa pentingnya jalan? Bukankah menggunakan jalan kita sendiri juga tidak masalah asal tujuannya adalah Surga?”

Mari kita baca sebuah kisah yang tertulis di dalam Lukas 13:23-27. Kami akan rangkumkan kisahnya.

Ada seorang yang bertanya kepada Yesus, “Tuhan, sedikit sajakah orang yang diselamatkan?” Jawab Yesus kepada orang-orang di situ: “Berjuanglah untuk masuk melalui pintu yang sesak itu! Sebab Aku berkata kepadamu: Banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. Jika tuan rumah telah bangkit dan telah menutup pintu, kamu akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata: Tuan, bukakanlah kami pintu! dan Ia akan menjawab dan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang … Tetapi Ia akan berkata kepadamu: Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!”

Membaca kisah di Lukas 13 tersebut, menurut kalian apakah jalan itu begitu penting?

Jika kita perhatikan ayat 25 dikatakan bahwa saat tuan rumah telah menutup pintu, kita berdiri di luar pintu dan mengetok pintu sambil berkata: “Tuan, bukakanlah kami pintu!”

Dari ayat 25 bagian pertama ini kita bisa lihat bahwa orang tersebut menemukan pintu itu. Artinya mungkin banyak orang bisa menemukan pintu itu dan sampai kepada pintu itu, bukan? Tetapi mari kita baca ayat selanjutnya.

Saat orang itu berkata: “Tuan, bukakanlah kami pintu!” apa respon tuan rumah tersebut?

Tuan rumah tersebut berkata, “Aku tidak tahu dari mana kamu datang … Aku tidak tahu dari mana kamu datang, enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu sekalian yang melakukan kejahatan!”

Coba perhatikan! Orang tersebut menemukan pintu, tetapi tuan rumah itu tetap tidak menerima mereka masuk dan menyuruh mereka pergi. Kenapa? Karena tuan rumah itu berkata “aku tidak tahu dari mana kamu datang” yang artinya adalah tuan itu tidak tahu dari jalan mana orang tersebut datang.

Dari kisah ini kita belajar bahwa pintu itu mungkin bisa ditemukan, pintu yang melambangkan Yesus itu juga bisa ditemukan orang, tetapi tuan rumah itu menolak, kenapa? Karena mereka tidak melalui jalan yang benar.

Oleh karena itu pastikan kita sedang berjalan di jalan yang benar! Itulah sebabnya firman Tuhan berkata, “Hati-hati saudaraku! Karena ‘Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.’ (Amsal 14:12)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 2) – Ketika Tuhan Menjawab di Luar Dugaan

Mari kita lanjutkan Kisah Para Rasul pasal 12, ketika Petrus berada di dalam penjara. Situasinya…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 1) – Di Tengah Tekanan, Tetap Berdoa

Mari kita belajar dari Kisah Para Rasul pasal 12, bagian awal yang menceritakan tentang penganiayaan…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 3) – Iman yang Terlihat dalam Tindakan

Di bagian akhir Kisah Para Rasul pasal 11, kita melihat sebuah peristiwa yang sederhana, tetapi…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 2) – Belajar Seperti Barnabas

Setelah orang-orang percaya di Yerusalem memahami penjelasan Petrus, kisah berlanjut kepada tersebarnya Injil ke berbagai…

6 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 1) – Ketika Tuhan Membuka Pintu, Jangan Kita Menutupnya

Pasal ini terdiri dari dua perikop, dan hari ini kita akan membahas lanjutan dari pasal…

1 week ago

Perenungan Kisah Para Rasul 10 (Bagian 2) – Apakah Semua Makanan Menjadi Halal?

Kemarin kita telah belajar bahwa penglihatan Petrus bukan terutama tentang makanan, melainkan tentang cara pandang…

1 week ago