Seri Rambut

Rambut Part 3 – Kerusakan Rambut

Mengapa rambut bisa rusak? Apa penyebabnya? Rambut rusak karena banyak hal, karena shampoo yang digunakan tidak sesuai atau berbahan yang membuat rambut bercabang, berketombe dan rontok, sering menggunakan bahan untuk hair styling juga membuat rambut rusak.

Bahan-bahan seperti hair spray, semir rambut, pomade, hair styling gel dan banyak lagi dapat membuat rambut menjadi rusak.

Lalu bagaimana menjaga rambut agar tidak mudah rusak?

Pertama, oleskan minyak zaitun atau minyak virgin coconut oil atau juga lidah buaya pada rambut.

Kedua, jangan menggunakan bahan kimia sintetik untuk hair styling, hanya karena rambut terlihat indah sementara.

Ketiga, makanlah makanan yang sehat yang banyak mengandung protein dan makanlah seperti polong-polongan, buah dan sayur. Pentingnya kita menjaga rambut juga membuat rambut sehat dan juga menghindari kebotakan atau rambut putih secara dini (rambut putih tidak pada umurnya).

Kerusakan rambut ini dapat dihindari dan jika sudah rusak kita dapat memelihara rambut dengan cara yang telah dianjurkan. Rambut dan kehidupan kita juga dipelihara, bukan hanya kita yang memeliharanya tetapi juga Allah. Sampai sekarang, Ia terus memelihara dan menaruh perhatian kepada manusia yang berdosa ini.

“Salahlah anggapan bahwa Tuhan Allah senang melihat anak-anakNya menderita sengsara. Semua penghuni surga menaruh perhatian terhadap kebahagiaan manusia.”

Kebahagiaan Sejati 42.2

“Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau! …”

Mazmur 55:23

Tuhan sendiri menaruh perhatian kepada kehidupan kita bahkan sampai “rambut kepalamu pun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut …” (Lukas 12:7)

Jangan khawatir! Bergumul dan berdoalah, maka Tuhan sendiri yang akan mengulurkan bantuan kepada setiap kita.

Selamat pagi Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Titus 1 (Bagian 1) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“dan berdasarkan pengharapan akan hidup yang kekal yang sebelum permulaan zaman sudah dijanjikan oleh Allah…

3 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

1 day ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

5 days ago