Hari ini kita akan mulai dengan sebuah pertanyaan: “Apakah ada keuntungan menjadi umat Allah?”
Paulus menjawab bahwa ada banyak keuntungan. Salah satunya adalah karena kepada umat-Nya telah dipercayakan firman Allah. Namun kemudian muncul persoalan: bagaimana jika sebagian dari mereka tidak setia? Apakah ketidaksetiaan manusia dapat membatalkan kesetiaan Allah?
Paulus memberikan jawaban yang tegas: “Sekali-kali tidak! Sebaliknya: Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong ….” (Roma 3:4)
Manusia dapat berubah. Kita dapat berjanji, tetapi gagal menepatinya. Kita dapat berkata akan setia, tetapi dalam kelemahan kita sering kali menyimpang. Namun Allah tidak seperti manusia. Ketidaksetiaan manusia tidak dapat mengubah karakter Allah yang setia.
Sekalipun manusia gagal, Allah tetap benar dan setia pada karakter serta firman-Nya.
Sangat menguatkan karena kita mengetahui bahwa kesetiaan Tuhan tidak bergantung pada perubahan perasaan atau keadaan kita.
Manusia bisa berubah, tetapi Tuhan tidak pernah berubah dalam kesetiaan-Nya.
Ketika keadaan hidup berubah, Tuhan tetap sama.
Ketika manusia mengecewakan kita, Tuhan tetap dapat dipercaya.
Namun kesetiaan Allah seharusnya tidak membuat kita merasa bebas untuk hidup sesuka hati. Justru karena Dia setia, kita dipanggil untuk semakin belajar hidup setia kepada-Nya. Kasih dan kesabaran Tuhan bukan alasan untuk terus menjauh, tetapi kesempatan untuk kembali kepada-Nya.
Pertanyaan bagi kita semua adalah “Apakah saya sungguh-sungguh menghargai kesetiaan Tuhan dalam hidup saya? Dan apakah kesetiaan-Nya mendorong saya untuk semakin setia kepada-Nya?” Jawablah itu dalam hati kita masing-masing.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin