Renungan Kitab Ayub

Perenungan Ayub 33 – Manusia Tidak Selalu Mengenali Suara Tuhan

“Karena Allah berfirman dengan satu dua cara, tetapi orang tidak memperhatikannya. Dalam mimpi, dalam penglihatan waktu malam… maka Ia membuka telinga manusia dan mengejutkan mereka dengan teguran-teguran untuk menghalangi manusia dari pada perbuatannya, dan melenyapkan kesombongan orang,”

Ayub 33:14-17

“Tuhan punya lebih dari satu cara untuk berbicara kepada manusia, tapi manusia tidak selalu mengenali suara Tuhan. Ayub meminta jawaban dari Tuhan (pasal 10:2; 13:22; 23:5). Elihu berpendapat bahwa Tuhan berbicara kepada Ayub dengan berbagai cara, yang dia jelaskan dalam ayat-ayat berikutnya.” (Nichol, Francis D.: SDA BC : S. Job 33:14)

Seringkali kita juga tidak mengenali suara Tuhan, padahal ada berbagai macam cara Tuhan berbicara dengan kita. Bisa melalui firman-Nya, bisa melalui mimpi atau penglihatan, bisa melalui nabi-Nya, bisa melalui orang di sekitar kita, dan lain-lain.

Berbicara mengenai mengenali suara Tuhan, tentu ayat yang terlintas di pikiran saya adalah mengenai domba dan gembala yang dicatatkan oleh Yohanes.

“…domba-domba mendengarkan suaranya… ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal.”

Yohanes 10:3-5

Kalau gembala kita adalah Kristus dan kita adalah domba-domba-Nya, tentulah kita bisa mengenal suara-Nya. Tetapi yang menjadi masalah utama adalah bagaimana agar kita bisa mengenal suara Tuhan?

Kami ada pembahasan “seri gembala” untuk menjawab pertanyaan di atas dan juga mengenai bagaimana agar kita tidak terkecoh saat mendengar suara Setan

Seri tersebut bisa dicari di media sosial kami dengan seri tersebut atau renungan pada tanggal 1-4 Maret 2022. Atau bisa didengarkan audionya di link: https://youtube.com/playlist?list=PLoCQDFwaCjCe3EOrRFLLkpuTFNRRy4b6b&si=FBR4YxagUJRLMZFh

Untuk kita bisa mengenali suara Tuhan yang berbicara dengan kita, caranya adalah dengan kita sering berkomunikasi dengan Tuhan, sehingga kita bisa membedakan apakah itu suara Tuhan atau suara Setan.

Mari kita lebih rajin lagi berdoa dan membaca Alkitab setiap hari agar kita bisa mengenali suara Tuhan.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan 2 Korintus 8 – Tidak Menunggu Kaya untuk Memberi

Sering kali kita berkata, “Saat aku kaya, aku akan memberi lebih banyak.” Tapi jemaat Makedonia…

20 hours ago

Perenungan 2 Korintus 7 (Bagian 2) – Dukacita Dunia

Kemarin kita melihat dukacita yang membawa kepada keselamatan. Namun hari ini, kita akan melihat jenis…

2 days ago

Perenungan 2 Korintus 7 (Bagian 1) – Dukacita menurut Kehendak Allah

Pernahkah kita merasa sedih atau menyesal setelah melakukan kesalahan? Tidak semua kesedihan itu sama. Ada…

3 days ago

Perenungan 2 Korintus 6 – Berani Berbeda

Dunia mengajak kita ikut arusnya, tetapi Tuhan memanggil kita untuk hidup berbeda dari dunia. Mengikut…

4 days ago

Perenungan 2 Korintus 5 – Dicatat di Surga

Banyak orang hidup seolah-olah tidak ada pertanggungjawaban. Namun Alkitab mengingatkan bahwa setiap kita akan berdiri…

5 days ago

Perenungan 2 Korintus 4 (Bagian 2) – Ketika Semua Penderitaan Terlihat Kecil

Melanjutkan perenungan sebelumnya tentang “penderitaan yang ringan”, kita diajak melihatnya dari sudut pandang kekekalan—bukan dari…

1 week ago