Renungan

Mengenal Tuhan Part 1

Pernahkah kalian merasa bahwa untuk mencari waktu berbicara dengan para pejabat atau orang-orang yang memiliki kedudukan yang tinggi itu sangat susah?

Jika kita ingin bertemu dengan Gubernur, Presiden, Direktur, dan lainnya, apakah kita bisa datang kapan saja untuk bertemu dengan mereka? Tentu saja tidak bisa! Kita harus membuat janji terlebih dahulu sebelum bertemu, bukan? Dan terkadang kita juga tidak bisa langsung bertemu dalam waktu dekat karena mereka begitu sibuk.

Jika ingin berbicara dengan Presiden saja harus membuat janji, bagaimana jika kita ingin berbicara dengan Pencipta alam semesta? Pencipta alam semesta memiliki kedudukan yang jauh lebih tinggi dibandingkan Presiden atau Raja manapun. Apakah kita juga harus membuat janji kepada Pencipta kita jika ingin berbicara dengan-Nya?

Tidak! Sebab Beginilah firman Tuhan, “Dan apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu.” (Yeremia 29:12)

Jadi, kita bisa berbicara dengan-Nya melalui doa karena doa adalah sebuah sarana untuk kita bisa berbicara dengan Tuhan.

Luar biasa bukan? Kita bisa berbicara dengan-Nya kapan saja dan Ia berjanji akan mendengarkan kita. Kita tidak harus membuat janji terlebih dahulu dan kita bisa dengan mudah untuk berbicara dengan-Nya.

Bayangkan saja, siapakah kita? Apakah kita adalah Presiden? Bukan! Kita bukan Presiden, tapi siapakah kita sehingga Tuhan selalu memberikan waktu untuk mendengarkan kita berbicara? Tuhan yang adalah Pemilik semesta alam mau memberikan telinga-Nya untuk mendengarkan semua yang kita ceritakan kepada-Nya.

Biarlah hari ini kita diingatkan dan belajar, jika Pemilik semesta alam ini mau mendengarkan kita, pertanyaannya bagi kita: “Apakah saya mau meluangkan waktu untuk berbicara dengan-Nya? Apakah saya memiliki waktu untuk berbicara dengan-Nya? Ataukah saya lebih suka meluangkan waktu untuk menonton film kesukaan saya?” Mari refleksikan diri kita.

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 8) – Injil Tidak Dapat Dipenjarakan

Kitab Kisah Para Rasul ditutup dengan sebuah pemandangan yang sederhana, tetapi penuh makna. Paulus memang…

16 hours ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 7) – Tetap Setia Menyampaikan Kebenaran

Sesampainya di Roma, Paulus tidak membuang waktu. Meskipun masih berstatus sebagai tahanan rumah, ia segera…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 6) – Tuhan Tidak Pernah Lupa Janji-Nya

Setelah tinggal selama tiga bulan di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya kembali melanjutkan perjalanan menuju…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 5) – Jadilah Berkat di Mana Pun Tuhan Menempatkanmu

Selama tiga hari pertama di Pulau Malta, Paulus dan rombongannya diterima dengan ramah oleh Publius,…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 4) – Jangan Hidup Berdasarkan Penilaian Manusia

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, penduduk Malta segera mengambil kesimpulan. Mereka berkata: "Orang ini…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 28 (Bagian 3) – Jangan Membiarkan Racun Tetap Melekat

Ketika ular berbisa menggigit tangan Paulus, semua orang yang melihatnya langsung menyimpulkan bahwa ia pasti…

6 days ago