Renungan

Doa – Keuntungan atau Kehilangan?

Shalom! Selamat Hari Sabat

Menurut kalian, mengapa Kita harus berdoa?

Apakah di dalam doa-doa kita, kita selalu meminta agar keinginan-keinginan kita dipenuhi dan berharap agar Tuhan segera menjawab keinginan-keinginan itu? 

Apakah kita berdoa dengan tujuan agar mendapatkan sesuatu? Atau agar bisa memperoleh keuntungan?

Mari kita baca kisah di bawah ini.

Ada seseorang yang bertanya, “Apa keuntungan yang kamu dapat dengan berdoa kepada Tuhan secara rutin?”

Orang ini menjawab, “Tidak ada.. tapi aku akan beritahu kamu apa yang hilang dari diriku, yaitu kemarahan, ego, kerakusan, depresi, rasa tidak aman, dll.”

Mungkin saya tidak memperoleh mobil yang mewah atau uang yang banyak, tetapi saya kehilangan sifat mementingkan diri sendiri.

Mungkin saya tidak memperoleh kenyamanan dalam lingkungan sekitar, tetapi saya kehilangan sifat mudah marah.

Mungkin saya tidak memperoleh banyak makanan-makanan yang lezat, tetapi saya kehilangan sifat rakus saya.

Mungkin saya tidak memperoleh nilai sempurna di sekolah, tetapi saya kehilangan sifat berbuat curang.

Mungkin saya tidak memperoleh nyawa musuh kita, tetapi saya kehilangan sifat dengki dan benci.

Mungkin saya tidak memperoleh jabatan yang kita inginkan, tetapi saya kehilangan sifat iri hati.

Dan apakah saudara tahu?

Terkadang, jawaban doa kita bukan untuk mendapatkan sesuatu atau memperoleh keuntungan, tetapi malah kehilangan sesuatu, yaitu kehilangan sifat-sifat buruk kita bahkan dosa-dosa kesayangan kita.

Dan pada akhirnya kita akan sadar bahwa kehilangan sesuatu itu adalah keuntungan yang bisa kita dapatkan.

Saat sifat egois, iri hati, dengki, amarah, dan lainnya itu hilang, maka itu adalah sebuah keuntungan yang diperoleh dari doa.

Oleh karena itu, di dalam 1 Tesalonika 5:17 dikatakan, “Tetaplah berdoa.”

Sebuah ayat yang singkat namun memiliki makna yang dalam untuk mengingatkan kita senantiasa agar kita selalu berdoa kepada Tuhan. Bukan karena sekedar meminta kepada Tuhan agar memperoleh sesuatu, namun membangun hubungan dengan Tuhan sehingga setiap hari karakter kita boleh dikikis dan dibentuk kembali seperti karakter Yesus Tuhan Kita.

Jadi, doa bukan selalu berbicara untuk memperoleh sesuatu, tetapi juga untuk kehilangan sesuatu.

Kiranya berkat Sabat menjadi bagian kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 1 (Bagian 1) – Siapa Kita?

Paulus membuka suratnya kepada jemaat di Roma dengan memperkenalkan dirinya sebagai “… hamba Kristus Yesus,…

19 hours ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 7) – Berbuahlah

Pada bagian sebelumnya, kita diingatkan untuk tidak menghabiskan waktu dalam pertengkaran dan perdebatan yang sia-sia.…

2 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 6) – Perdebatan

“Tetapi hindarilah persoalan yang dicari-cari dan yang bodoh, persoalan silsilah, percekcokan serta pertengkaran tentang hukum…

3 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 5) – Iman yang Menghasilkan Perbuatan Baik

Paulus menunjukkan hasil yang seharusnya terlihat dari kehidupan yang telah menerima kasih karunia itu, yaitu…

4 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 4) – Awal dari Kehidupan Kekal

Keselamatan adalah pemberian kasih karunia. Namun, karya Allah tidak berhenti pada pengampunan. Allah juga memperbarui…

5 days ago

Perenungan Titus 3 (Bagian 3) – Bukan Karena Perbuatan Baik Kita

“Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, … Dia telah menyelamatkan…

6 days ago