Renungan

Berilah Aku Minum 3 – Air Hidup

Masih ingat latar belakang orang Yahudi dan orang Samaria pada pembahasan kita yang pertama?

Yesus yang adalah orang Yahudi MEMINTA AIR kepada wanita Samaria.

“…Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum.”

Yohanes 4:7

Kata-kata Yesus yang diucapkan dengan lemah lembut inilah yang membuka jalan percakapan selanjutnya dengan wanita ini.

Dan apa yang Yesus tawarkan? Ia menawarkan AIR HIDUP “…yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.” (Yohanes 4:14)

Perhatikan poin penting ini!

Siapa yang sebenarnya butuh AIR HIDUP? Wanita itu dan kita semua.

Biasanya jika kita yang butuh, kita yang harus mencari, memohon dan meminta untuk bisa mendapatkannya bukan?

Tapi perhatikan kisah ini… Kisah ini sedikit terbalik..

Yesus yang akan memberikan AIR HIDUP ini yang malah meminta lebih dahulu kepada kita “air” yang ada pada kita untuk bisa membuka jalan kepada percakapan selanjutnya.

Lihatlah bagaimana Ia merendahkan diri-Nya demi kita yang berdosa yang seharusnya tak layak, tapi ia meminta air kepada kita yang hina ini hanya untuk bisa meluangkan waktu bercakap-cakap dengan kita.

Ada dua pelajaran penting hari ini:

PERTAMA, Banyak orang yang tak sadar membutuhkan AIR HIDUP, oleh karena itu kita harus belajar rendah hati seperti Yesus… Kerendahan hati kita akan membuka jalan untuk melakukan percakapan dengan dan menawarkan air hidup itu kepada mereka.

KEDUA, Tuhan mau meluangkan waktu untuk kita. Tuhan sangat rindu untuk bercakap-cakap dengan kita agar kita mendapatkan AIR HIDUP itu. Tetapi Apakah kita rindu untuk bercakap-cakap dengan-Nya? Apakah kita mau memberikan waktu kita untuk Tuhan? Ataukah karena kesibukan kita, kita tidak mau meluangkan waktu?

Belajarlah untuk mau merendahkan diri kita saat kita akan menyampaikan kebenaran kepada orang lain dan jangan ada kesombongan serta luangkan waktu untuk bercakap-cakap dengan Tuhan. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati.

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 6) – Kesabaran dan Kemurahan Allah

“Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda…

18 hours ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 5) – Siapakah Kita untuk Membantah Allah?

“Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya:…

2 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 4) – Apakah Allah Tidak Adil?

“Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati…

3 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 3) – Rencana Allah dan Pilihan-Nya

Pada bagian sebelumnya Paulus menjelaskan bahwa keturunan jasmani saja tidak otomatis menjadikan seseorang ahli waris…

4 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 2) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel…

5 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

6 days ago