Seri Liver

Liver (Bagian 20) – Mempersiapkan Liver

Shalom, selamat hari Sabat.

Pernahkah Anda mendengar ungkapan “Kita adalah apa yang kita makan”? Ungkapan ini belum tentu benar sepenuhnya karena walaupun kita makan makanan yang sehat tetapi kalau makanan itu tidak tercerna dengan baik maka kita akan tetap jatuh sakit.

Banyak orang yang berusaha makan makanan sehat tetapi justru malah jatuh sakit. Itu bukan berarti pola makan sehat itu salah tetapi perlu kita ketahui ada beberapa faktor yang menyebabkan orang yang makan sehat malah justru jatuh sakit. Salah satu penyebabnya adalah liver yang sudah rusak karena kita sudah mempelajari betapa pentingnya liver dalam mencerna makanan.

Jika liver rusak meskipun Anda makan makanan sehat maka nutrisi dalam makanan sehat tersebut tidak akan tercerna dan diserap oleh tubuh dengan maksimal. Inilah yang menjadi kekeliruan pada banyak orang yang baru memulai pola makan sehat tetapi justru malah jatuh sakit. Pada kebanyakan orang organ livernya sudah rusak sebelumnya karena gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat.

Maka dari itu perlu kita pahami untuk memulai pola makan sehat kita harus terlebih dahulu memulihkan fungsi liver agar dapat mencerna makanan dengan baik. Bagaimana cara memulihkan liver? Kita sudah membahasnya pada renungan-renungan seri liver sebelumnya. Anda dapat mempelajarinya dari awal untuk memahami organ liver dan cara memulihkannya.

Sebelum tubuh dapat mencerna makanan yang sehat kita harus mempersiapkan organ liver yang sehat terlebih dahulu. Sama seperti sebelum kedatangan Yesus yang kedua kita mesti mempersiapkan karakter kita. Mengapa? 

Ketika suara Tuhan membangkitkan orang mati, dia akan bangkit dari kubur dengan selera lidah dan kesukaan yang sama, kesukaan dan ketidaksukaan yang sama, layaknya dia masih hidup. Tuhan tidak akan menggunakan keajaiban untuk mengubah orang yang yang sudah diberikan kesempatan dan fasilitas tetapi tetap tidak mau berubah. Dalam hidupnya dia tidak bersuka dalam Tuhan dan pelayanan-Nya. Karakternya tidak seharmoni dengan Tuhan, dan dia tidak akan senang dalam keluarga surgawi.”

Christ’s Object Lessons 270.1

Ketika kita bertemu dengan Tuhan Yesus nanti maka karakter kita tidak akan diubahkan. Kalau kita adalah seorang yang suka marah-marah maka kita akan tetap seperti itu. Kalau kita suka menjelekkan orang lain maka kita akan tetap seperti itu. Kalau kita suka makan makanan yang tidak sehat maka kita akan tetap seperti itu.

Marilah kita renungkan di dalam hati kita masing-masing. Apakah di surga akan ada orang yang pemarah? Apakah di surga akan ada orang yang bergosip? Apakah di surga akan ada orang yang suka makan makanan yang tidak sehat? Selagi masih ada kesempatan “… jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu …” (Ibrani 3:7-8). Mari bertobat dan menyerahkan diri kita kepada Tuhan.

Selamat hari Sabat dan Tuhan memberkati kita semua. Amin.

Grow

Recent Posts

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 2) – Ketika Tuhan Menjawab di Luar Dugaan

Mari kita lanjutkan Kisah Para Rasul pasal 12, ketika Petrus berada di dalam penjara. Situasinya…

2 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 12 (Bagian 1) – Di Tengah Tekanan, Tetap Berdoa

Mari kita belajar dari Kisah Para Rasul pasal 12, bagian awal yang menceritakan tentang penganiayaan…

3 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 3) – Iman yang Terlihat dalam Tindakan

Di bagian akhir Kisah Para Rasul pasal 11, kita melihat sebuah peristiwa yang sederhana, tetapi…

4 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 2) – Belajar Seperti Barnabas

Setelah orang-orang percaya di Yerusalem memahami penjelasan Petrus, kisah berlanjut kepada tersebarnya Injil ke berbagai…

5 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 11 (Bagian 1) – Ketika Tuhan Membuka Pintu, Jangan Kita Menutupnya

Pasal ini terdiri dari dua perikop, dan hari ini kita akan membahas lanjutan dari pasal…

6 days ago

Perenungan Kisah Para Rasul 10 (Bagian 2) – Apakah Semua Makanan Menjadi Halal?

Kemarin kita telah belajar bahwa penglihatan Petrus bukan terutama tentang makanan, melainkan tentang cara pandang…

1 week ago