Renungan Kitab Yunus

Perenungan Yunus 3 – Dengarkan Seruan untuk Bertobat

Silahkan baca atau dengarkan kisah lengkapnya secara pribadi. Setelah Yunus dimuntahkan ke daratan, akhirnya ia pergi ke Niniwe sesuai perintah Tuhan. Sesampainya di sana, ia menyerukan “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.” (Yunus 3:4)

Setelah Yunus menyerukan kabar amaran, apa hasilnya?

“Pekabaran itu tidaklah sia-sia. Seruan yang bergema di sepanjang jalan-jalan kota yang tidak mengenal Allah itu berlalu dari bibir ke bibir sampai semua penduduknya telah mendengar pengumuman yang mengejutkan itu. Roh Tuhan menekankan pekabaran itu ke rumah sampai kepada setiap hati dan menyebabkan orang banyak gemetar oleh karena dosa mereka dan bertobat dengan penyesalan yang mendalam.”

Prophets and Kings 270.2

“Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung.”

Yunus 3:5

Hasilnya adalah banyak orang bertobat. Lalu bagaimana dengan kita? Jika kita mendengar suatu berita yang keras yang mungkin kita tidak sukai, apa respon kita?

Apakah kita akan seperti Niniwe yang segera bertobat dari kejahatan yang dilakukannya? Ataukah kita berada di posisi seperti orang-orang pada zaman Nuh dimana banyak orang akhirnya mencemooh si pembawa kabar dan pemberitaannya?

Jika ada pekabaran-pekabaran yang menemplak dosa-dosa kita, marilah mendengarkannya dan bertobat walaupun mungkin itu tidak menyenangkan karena bertentangan dengan keinginan daging kita.

Karena firman Tuhan berkata, “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu …” “Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!” “Dengan kasih dan kesetiaan, kesalahan diampuni, karena takut akan TUHAN orang menjauhi kejahatan.” (Ibrani 3:15; Wahyu 3:19; Amsal 16:6)

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 4) – Apakah Allah Tidak Adil?

“Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati…

13 hours ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 3) – Rencana Allah dan Pilihan-Nya

Pada bagian sebelumnya Paulus menjelaskan bahwa keturunan jasmani saja tidak otomatis menjadikan seseorang ahli waris…

2 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 2) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel…

3 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

4 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 14) – Tidak Ada yang Dapat Memisahkan Kita dari Kasih Allah

“Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada…

5 days ago

Perenungan Roma 8 (Bagian 13) – Jika Allah di Pihak Kita

“… Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Kristus Yesus, yang telah…

6 days ago