Renungan Kitab Roma

Perenungan Roma 9 (Bagian 7) – Dahulu Bukan Umat-Ku, Sekarang Umat-Ku

Pada bagian sebelumnya, kita melihat bahwa kemurahan Allah bukan hanya diberikan kepada bangsa Israel, tetapi juga kepada bangsa-bangsa lain. Sekarang, Paulus menunjukkan bahwa hal ini bukan sesuatu yang bertentangan dengan firman Tuhan. Ia mengutip perkataan Nabi Hosea untuk menjelaskan bahwa Allah juga memanggil mereka yang sebelumnya bukan umat-Nya. 

Perkataan ini pada awalnya berkaitan dengan keadaan bangsa Israel yang telah berpaling dari Allah. Melalui Hosea, Tuhan menunjukkan bahwa meskipun umat-Nya tidak setia, Dia tetap menyatakan kemurahan dan membuka jalan pemulihan. 

“Mereka sangat bersukacita karena Kristus mengakui mereka sebagai anak-anak Allah, dan dengan hati yang penuh syukur mereka mendengarkan firman yang diberitakan.”

The Acts of the Apostles, p. 173.4

Paulus kemudian menggunakan perkataan tersebut untuk menjelaskan bahwa bangsa-bangsa lain yang dahulu bukan bagian dari umat perjanjian juga dipanggil untuk menjadi umat Allah. 

Betapa indahnya kemurahan Tuhan! Seseorang tidak harus berasal dari bangsa tertentu atau memiliki latar belakang keagamaan tertentu untuk menerima panggilan-Nya. Allah membuka jalan bagi siapa saja yang datang kepada-Nya melalui iman. 

Hal ini juga mengingatkan kita agar tidak mudah menganggap seseorang tidak mungkin berubah atau tidak layak menerima kasih Tuhan. Orang yang dahulu jauh dari Tuhan pun dapat menjadi bagian dari keluarga-Nya jika ia bertobat. 

Karena itu, jangan pernah membatasi kemurahan Tuhan hanya berdasarkan penilaian manusia. Apa yang dahulu jauh dapat didekatkan oleh kasih karunia-Nya. 

Tidak ada latar belakang yang membuat seseorang terlalu jauh untuk menerima panggilan kasih Allah. 

Kiranya kita bersyukur karena Tuhan juga telah memanggil kita menjadi umat-Nya. Biarlah kemurahan yang telah kita terima mendorong kita untuk mengasihi dan menyambut orang lain yang sedang datang kepada Tuhan. 

Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin

Grow

Recent Posts

Perenungan Roma 9 (Bagian 6) – Kesabaran dan Kemurahan Allah

“Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda…

1 day ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 5) – Siapakah Kita untuk Membantah Allah?

“Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya:…

2 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 4) – Apakah Allah Tidak Adil?

“Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati…

3 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 3) – Rencana Allah dan Pilihan-Nya

Pada bagian sebelumnya Paulus menjelaskan bahwa keturunan jasmani saja tidak otomatis menjadikan seseorang ahli waris…

4 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 2) – Janji Allah Tidak Pernah Gagal

“Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel…

5 days ago

Perenungan Roma 9 (Bagian 1) – Hati yang Merindukan Keselamatan Orang Lain

“Sejak pertobatannya [Paulus], ia sangat rindu untuk menolong saudara-saudara sebangsanya agar memperoleh pemahaman yang jelas…

6 days ago