Paulus mengajukan sebuah pertanyaan penting: apakah hukum Taurat itu dosa? Jawabannya tegas, “Sekali-kali tidak!”
“Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah hukum Taurat itu dosa? Sekali-kali tidak! Sebaliknya, justru oleh hukum Taurat aku telah mengenal dosa. Karena aku juga tidak tahu apa itu keinginan, kalau hukum Taurat tidak mengatakan: ‘Jangan mengingini!’”
Roma 7:7
Lalu, apa fungsi hukum Taurat? Paulus menjelaskan bahwa melalui hukum Taurat, ia mengenal dosa. Hukum Allah menunjukkan apa yang benar dan yang salah, sehingga kita dapat menyadari ketika pikiran, perkataan, dan perbuatan kita tidak sesuai dengan kehendak-Nya.
Bayangkan sebuah cermin. Cermin dapat menunjukkan bahwa wajah kita kotor, tetapi cermin itu sendiri tidak dapat membersihkan wajah kita. Demikian juga hukum Taurat: hukum menunjukkan dosa kita, tetapi tidak memiliki kuasa untuk mengampuni dan membersihkan kita dari dosa.
“Hukum itu adalah cermin yang harus kita pandang dengan saksama untuk melihat diri kita sebagaimana kita terlihat di hadapan Allah.”
The Signs of the Times, March 3, 1881, par. 4
Kadang-kadang kita merasa sudah menjadi orang baik karena tidak melakukan kesalahan besar. Namun, ketika kita sungguh-sungguh memeriksa hati melalui firman Tuhan, kita mungkin menemukan kesombongan, iri hati, kebencian, atau keinginan yang tidak benar.
Hukum Tuhan menolong kita melihat keadaan diri yang mungkin selama ini tidak kita sadari.
Ketika menyadari dosa, kita tidak perlu mencari alasan untuk membenarkan diri atau merasa putus asa. Sebaliknya, kita perlu bersikap jujur di hadapan Tuhan dan mengakui bahwa kita membutuhkan pertolongan-Nya.
Jangan menyalahkan cermin karena menunjukkan kotoran di wajah kita. Demikian juga, jangan menyalahkan hukum Tuhan ketika firman-Nya menunjukkan kesalahan kita. Gunakan kesempatan itu untuk datang kepada Kristus, memohon pengampunan, dan membiarkan Dia memperbarui hidup kita.
Hukum Taurat menunjukkan dosa kita, supaya kita menyadari betapa kita membutuhkan Kristus.
Kiranya kita tidak hanya membaca firman Tuhan untuk mengetahui apa yang benar dan salah, tetapi juga membiarkan firman itu menolong kita memeriksa hati dan menuntun kita semakin dekat kepada Kristus.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin