Paulus memakai gambaran ikatan pernikahan untuk menjelaskan sesuatu tentang hubungan kita dengan hukum Taurat (Roma 7:2-3). Selama seseorang masih hidup, ikatan hukum itu tetap berlaku. Namun kematian mengakhiri ikatan tersebut.
Kemudian Paulus menerapkannya kepada kehidupan orang percaya. Melalui kematian Kristus, kita mengalami perubahan mendasar: kita dipanggil untuk menjadi milik Kristus yang telah bangkit dari antara orang mati.
“Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah.”
Roma 7:4
Mati bagi hukum Taurat bukan berarti hukum Allah menjadi buruk atau tidak lagi penting. Paulus akan menjelaskan bahwa hukum Taurat itu kudus dan baik. Yang perlu kita pahami adalah bahwa hukum tidak dapat menyelamatkan kita dari dosa. Kita membutuhkan Kristus untuk memulihkan hubungan kita dengan Allah.
Ketika kita menjadi milik Kristus, tujuan hidup kita pun berubah. Paulus mengatakan bahwa kita menjadi milik Kristus “agar kita berbuah bagi Allah.”
Kita tidak melakukan semua itu untuk membeli keselamatan atau membuktikan bahwa kita layak diterima Tuhan. Sebaliknya, kita belajar hidup benar karena kita telah datang kepada Kristus dan ingin hidup sebagai milik-Nya.
Kiranya setiap hari kita semakin dekat kepada Kristus dan membiarkan kehidupan kita menunjukkan buah dari hubungan kita dengan-Nya.
Selamat pagi dan Tuhan memberkati kita semua. Amin